Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 78 - Surat Gāfir (Maha Pengampun)
غافر
Ayat 78 / 85 •  Surat 40 / 114 •  Halaman 476 •  Quarter Hizb 48.25 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَّنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗوَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚفَاِذَا جَاۤءَ اَمْرُ اللّٰهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُوْنَ ࣖ

Wa laqad arsalnā rusulam min qablika minhum man qaṣaṣnā ‘alaika wa minhum mal lam naqṣuṣ ‘alaik(a), wa mā kāna lirasūlin ay ya'tiya bi'āyatin illā bi'iżnillāh(i), fa'iżā jā'a amrullāhi quḍiya bil-ḥaqqi wa khasira hunālikal-mubṭilūn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus rasul-rasul sebelum engkau (Nabi Muhammad). Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak ada seorang rasul pun membawa suatu mukjizat, kecuali seizin Allah. Maka, apabila telah datang perintah Allah (hari Kiamat), diputuskanlah (segala perkara) dengan adil. Ketika itu, rugilah para pelaku kebatilan.

Makna Surat Gafir Ayat 78
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bila pada ayat yang lalu ditegaskan tentang kepastian terlaksananya janji Allah berupa ancaman, maka pada ayat ini Allah mengingatkan melalui lisan Nabi akan datangnya janji Allah berkaitan dengan ancam-an itu bahwa Allah akan memberi putusan dengan adil. Firman Allah, “Sesungguhnya Kami, Tuhan Yang Maha Kuasa telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau, wahai Nabi Muhammad. Di antara me-reka, para rasul yang Kami utus itu, ada yang Kami ceritakan kepadamu, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Sulaiman, Nabi Nuh, Nabi Musa, dan Nabi Isa, dan di antaranya ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Para rasul yang Kami utus itu dilengkapi dengan mukjizat, dan ketahuilah bahwa tidak ada seorang rasul membawa suatu mukjizat, kecuali seizin Allah. Maka oleh sebab itu, apabila telah datang perintah, yaitu ketentuan Allah berkaitan dengan siksa dan juga untuk semua perkara, ketentuan itu diputuskan dengan adil. Dan dengan demikian, ketika itu akan merasa rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengutus para rasul dan nabi kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad. Di antara nabi dan rasul itu yang diterangkan kisahnya di dalam Al-Qur’an sebanyak 25 rasul, seperti Nabi Nuh, Idris, Ibrahim, Musa, Sulaiman, Isa, dan rasul-rasul yang lain. Di samping itu, banyak di antara para nabi dan rasul itu yang tidak disebutkan di dalam Al-Qur’an.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللّٰهِ كَمْ عِدَّةُ الْأَنْبِيَاءِ ؟ قَالَ: مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُوْنَ أَلْفًا، اَلرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَثُمِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيْرًا. (رواه أحمد)

Dari Abu Żar bahwa ia berkata, “Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah berapa jumlah nabi-nabi itu?’ Rasulullah saw menjawab, ‘124 ribu dan yang menjadi rasul di antaranya ialah 315 orang’. Sebuah jumlah yang banyak.” (Riwayat Aḥmad)

Setiap rasul yang diutus Allah itu tidak sanggup menciptakan mukjizat sendiri, tetapi bisa diberikan oleh Allah. Mukjizat itu sebagai bukti kerasulan yang dikemukakan kepada kaum yang mendustakannya. Bentuk dan sifat mukjizat itu disesuaikan dengan keadaan, masa, dan tempat di mana rasul penerimanya hidup, sehingga mukjizat itu benar-benar diyakini oleh umat pada waktu itu. Mukjizat itu diberikan jika Allah sendiri berkehendak memberikannya. Jika Allah belum berkehendak memberikannya, maka mukjizat itu tidak akan diberikannya walaupun orang-orang kafir memintanya. Mukjizat itu diberikan sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan Allah dan sesuai pula dengan kemaslahatan umat.

Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa jika azab Allah telah datang menimpa orang-orang yang mendustakan-Nya, maka Allah menyelesaikan perkara mereka dengan seadil-adilnya. Allah menyelamatkan para rasul dan orang-orang yang beriman kepadanya dari azab itu, serta membinasakan orang-orang yang ingkar dan mempersekutukan-Nya. Hal ini dapat dilihat pada waktu azab Allah menimpa kaum ‘Ad, Allah menyelamatkan Nabi Hud dan orang-orang yang beriman yang bersamanya. Demikian pula azab yang menimpa kaum Samud dan sebagainya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Qaṣaṣnā قَصَصْنَا (Gāfir/40: 78)

Qaṣaṣnā artinya: telah kami ceritakan, telah kami kisahkan. Akar katanya adalah qaf-ṣad-ṣad yang berarti menelusuri jejak. Orang yang bercerita adalah menelusuri jejak kejadian yang lalu.

Pada ayat 78 ini disebutkan bahwa Allah telah mengutus banyak nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad. Dari sekian banyak rasul itu, ada yang disebutkan dan diceritakan kisahnya dalam Al-Qur’an mulai dari Nabi Adam, Idris, Nuh, Hud, Saleh, sampai pada nabi yang sangat terkenal seperti Nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan lain-lain, hingga nabi-nabi akhir zaman yaitu Nabi Musa, Isa, dan Muhammad. Jumlah seluruh nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan wajib kita imani ada 25 nabi. Akan tetapi, masih ada nabi dan rasul yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an, karena Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah mengutus hampir kepada setiap suku dan bangsa seorang pembimbing menuju jalan kebenaran. Menurut sahabat Abu Żar ketika bertanya kepada Rasulullah berapa jumlah nabi dan rasul, beliau menjawab jumlah nabi ada 124 ribu dan jumlah rasul ada 315 orang.

2. Al-Mubṭilūn الْمُبْطِلُوْن َ (Gāfir/40: 78)

Al-Mubṭilūn artinya orang-orang yang membatalkan. Berasal dari fi‘il baṭala-yabṭulu-baṭilan -buṭulan-baṭlānan yang artinya: batal, sia-sia, tidak terpakai. Kata kerja ini adalah intransitif yaitu tidak mempunyai maf‘ūl atau objek. Kemudian dijadikan fi‘il muta‘addī atau kata kerja transitif dengan menambah huruf hamzah pada permulaan fi‘il, sehingga menjadi: abṭala-yubṭilu-ibṭāla n yang artinya: membatalkan, menjadikan sia-sia atau mem-buatnya menjadi tidak terpakai. Dari fi‘il muta‘addī ini isim fā‘il atau orang yang melakukan pekerjaan ini adalah mubṭil, dan bentuk jamaknya yaitu mubṭilūn, artinya orang-orang yang membatalkan petunjuk rasul, atau menjadikannya sia-sia dan tidak terpakai.

Pada akhir ayat 78, Allah menegaskan bahwa jika ketentuan Allah yaitu azab telah datang kepada mereka orang-orang yang mengingkari Allah atau menolak petunjuk rasul-Nya, maka Allah telah menetapkannya dengan adil, yaitu hancurlah orang-orang yang mengingkari kebenaran dan rugilah orang-orang yang berpegang pada tradisi kebatilan, karena mereka telah menjadikan kebenaran yang dibawa Rasul itu menjadi sia-sia dan tidak terpakai.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto