Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 42 - Surat Gāfir (Maha Pengampun)
غافر
Ayat 42 / 85 •  Surat 40 / 114 •  Halaman 472 •  Quarter Hizb 48 •  Juz 24 •  Manzil 6 • Makkiyah

تَدْعُوْنَنِيْ لِاَكْفُرَ بِاللّٰهِ وَاُشْرِكَ بِهٖ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌ وَّاَنَا۠ اَدْعُوْكُمْ اِلَى الْعَزِيْزِ الْغَفَّارِ

Tad‘ūnanī li'akfura billāhi wa usyrika bihī mā laisa lī bihī ‘ilmuw wa ana ad‘ūkum ilal-‘azīzil-gaffār(i).

Kamu menyeruku agar kufur kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak ada padaku pengetahuan tentangnya, padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Makna Surat Gafir Ayat 42
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mengapa pula kamu menyeruku agar memilih jalan untuk kafir kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan yang mempersekutukan-Nya dengan sesuatu hal yang aku sendiri tidak mempunyai ilmu tentang hal itu, padahal aku menyerumu agar beriman kepada Allah, Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya orang mukmin itu menyatakan, “Kamu sekalian menyeru dan mengajakku mengingkari Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak mempunyai alasan yang benar dan tidak ada bukti-bukti yang dapat diyakini kebenarannya, yang menyatakan bahwa menyekutukan Tuhan itu adalah kepercayaan yang benar. Sedangkan aku menyeru dan mengajakmu agar kamu sekalian mengesakan Allah, tidak ada Tuhan yang lain selain Dia. Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa, dengan bukti-bukti yang nyata. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun dosa-dosa hamba-Nya.”

Isi Kandungan Kosakata

1. Sabīl ar-Rasyād سَبِيْلَ الرَّشَادِ (Gāfir/40: 38)

Sabīl artinya jalan (biasa). Berbeda dengan ṣirāṭ yaitu jalan yang lebar dan bebas hambatan. Bisa diibaratkan dengan jalan utama atau jalan tol, itu adalah ṣirāṭ, sedangkan jalan-jalan lebih kecil di samping kiri dan kanannya yang bermuara kepadanya adalah sabīl. Dalam Al-Qur’an dilukiskan bahwa sabīl itu banyak. Ada sabīl Allāh ‘jalan Allah’, sabīl Gāfirīn “jalan orang Mukmin’, sabīl al-mujrimīn ‘jalan orang berdosa, sabīl aṭ-Ṭāgūt ‘jalan setan’, dan sebagainya. Bila Anda menempuh jalan, tempuhlah sabīl Allāh atau sabīl Gāfirīn karena kedua jalan itu bermuara pada ṣirāṭ mustaqīm ‘jalan lurus’ yang lebar dan bebas hambatan yang pasti menyampaikan ke surga.

Ar-Rasyād adalah maṣdar dari rasyada-yarsyudu-rusydan-ras yādan artinya “benar”, “lurus”. Dengan demikian, sabīl ar-rasyād maksudnya adalah jalan untuk mencapai kebenaran, petunjuk, kebaikan, dan sebagainya. Itu adalah ucapan seorang keluarga Fir‘aun yang beriman mengajak rakyatnya agar beriman kepada apa yang didakwakan Nabi Musa.

2. An-Najāh النَّجٰوةِ (Gāfir/40: 41)

Kata an-Najāh berasal dari kata naja yanjū yang arti asalnya adalah terpisah dari sesuatu atau terselamatkan. Najā fulān berarti si fulan telah selamat dari sesuatu yang membahayakannya. An-Najwah atau an-najāh adalah tempat yang sangat tinggi yang karena ketinggiannya terpisah dari daerah sekitarnya. Dinamakan demikian karena dataran yang tinggi bisa menyelamatkan dari bahaya banjir.

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang sikap kaum yang beriman kepada Allah dari umat Nabi Musa walaupun terjadi intimidasi dan tekanan dari kaum Fir‘aun. Mereka tetap mengajak dan menyeru kaum Fir‘aun dan pengikutnya untuk masuk ke dalam ajaran tauhid. Mereka merasa heran karena sebenarnya apa yang mereka serukan merupakan jalan yang lurus untuk menuju keselamatan dunia dan akhirat. Keselamatan yang bisa menghindarkan seseorang dari siksaan api neraka dan murka Allah dan menghantarkan seseorang menuju jalan keabadian surgawi. Dalam konteks ini, sang mukmin merasa heran karena begitu jelas dan demikian bermanfaat ajakannya, namun mereka menolaknya bahkan mengajak kepada ajakan yang bertolak belakang. Seruan kaum Fir‘aun untuk menyembah berhala adalah jalan kesesatan dan kesengsaraan yang akan membawanya ke dalam neraka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto