
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
When I was a child
I heard voices
Some would sing and
Some would scream
You soon find you have few choices
I learned the voices died with me
Makna lirik lagu ini menggambarkan pengalaman masa kecil yang penuh dengan suara-suara int... tampilkan semua
When I was a child I′d sit for hours
Staring into open flame
Something in it had a power
Could barely tear my eyes away
Makna lirik lagu ini menggambarkan pengalaman masa kecil yang penuh keingintahuan dan keka... tampilkan semua
All you have is your fire
And the place you need to reach
Don't you ever
Tame your demon
But always keep ′em on a leash
Makna lirik lagu ini adalah tentang pentingnya menjaga kekuatan dan semangat dalam diri se... tampilkan semua
When I was 16 my senses fooled me
Thought gasoline was on my clothes
I knew that something
Would always rule me
I knew the scent was mine alone
Makna lirik lagu ini menggambarkan masa muda yang penuh dengan kebingungan dan pengalaman ... tampilkan semua
All you have is your fire
And the place you need to reach
Don't you ever
Tame your demon
But always keep 'em on a leash
Makna lirik lagu ini menegaskan pentingnya mengenali dan mengendalikan dorongan dan sisi g... tampilkan semua
When I was a man I thought it ended
When I knew loves perfect ache
But my peace has always depended
On all the ashes in my way
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang awalnya merasa puas atau yaki... tampilkan semua
All you have is your fire
And the place you need to reach
Don′t you ever
Tame your demons
But always keep ′em on a leash
Makna lirik lagu ini adalah tentang pentingnya menjaga semangat dan kekuatan pribadi (api)... tampilkan semua
Aku mendengar suara-suara
Ada yang bernyanyi dan
Ada yang menjerit
Kamu segera menyadari bahwa pilihanmu terbatas
Aku belajar bahwa suara-suara itu... tampilkan semua
Lagu 'Arsonist's Lullabye' karya Hozier menyajikan sebuah narasi yang dalam dan penuh makna tentang perjuangan internal, kekuatan emosional, dan pengelolaan dorongan-dorongan primal manusia. Melalui liriknya yang puitis dan penuh metafora, lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan perjalanan pribadi dari masa kanak-kanak hingga kedewasaan, sekaligus menyampaikan pesan penting terkait cara kita berhubungan dengan 'demons' atau tantangan dalam diri.
Perjalanan dari Masa Kanak-Kanak
Dimulai dari penggambaran masa kecil, lirik menyebutkan tentang mendengar 'suara', yang sebagian bernyanyi dan sebagian menjerit. Hal ini bisa diartikan sebagai representasi dari berbagai suara dan ketidakpastian yang hadir dalam diri setiap individu saat masa kecil. Penulis kemudian menyatakan bahwa dia menyadari bahwa 'suara itu mati bersamanya', menunjukkan pemahaman bahwa pengalaman dan ketakutan tersebut harus dihadapi dan dilepaskan seiring waktu.
Ketertarikan terhadap Api dan Simbolisme Daya Tariknya
Selanjutnya, lagu menggambarkan momen ketika anak kecil itu menghabiskan waktu berjam-jam menatap api terbuka. Api dalam konteks ini menjadi simbol kekuatan, daya tarik, dan potensi destruktif dalam diri. Ada keindahan sekaligus bahaya yang tergambar dari ketertarikan tersebut. Lirik menyiratkan bahwa api itu memiliki kekuatan yang sulit diabaikan, dan jika tidak diatur, bisa menjadi petaka.
Pesan tentang Mengendalikan 'Demon'
Salah satu pesan utama dalam lagu adalah tentang pentingnya 'menjinakkan' demon atau tantangan internal kita. Dalam lirik, penulis menyarankan agar tidak pernah benar-benar men-tame atau menghilangkan 'demon' tersebut, melainkan tetap membiarkannya ada, tetapi 'ditempatkan di tali kekang'. Ini mengandung filosofi bahwa kita harus mengenal dan mengontrol kekuatan itu, bukan menekannya sepenuhnya, karena bisa jadi malah memperkuatnya atau memicu ketidakseimbangan.
Perjalan an Menuju Kedewasaan dan Pemahaman Diri
Seiring waktu berkembang menuju masa remaja dan dewasa, lirik menggambarkan tantangan yang lebih kompleks, termasuk pengaruh luar seperti 'gasoline' yang melambangkan bahaya atau risiko. Pada usia 16 tahun, penulis mengaku terjebak dalam ilusi bahwa dirinya bisa mengendalikan situasi, namun kenyataannya 'scent' atau aroma dari bahaya tetap menempel dan mengingatkan bahwa kekuatan dalam diri tidak mudah dipadamkan.
Lebih jauh lagi, dalam bagian dewasa, konsep 'cipta kedamaian dari abu yang tertinggal' menunjukkan bahwa pengalaman pahit dan kegagalan Justru membentuk kekuatan dan kedewasaan. Tidak ada jaminan bahwa kita akan pernah benar-benar bebas dari 'demons' kita, tetapi kita harus belajar hidup berdampingan dan mengelolanya dengan bijaksana.
Kesimpulan
'Ars onist's Lullabye' menyajikan sebuah pandangan mendalam tentang perjuangan batin yang bersifat universal. Lagu ini mengingatkan kita bahwa kekuatan, nafsu, dan ketakutan adalah bagian alami dari kehidupan manusia, dan tugas kita bukan menghapusnya, melainkan menaklukkan dan mengaturnya dengan bijaksana. Melalui metafora api dan suara-suara masa kecil, lagu ini mengajak kita untuk memahami bahwa setiap individu memiliki 'api' dalam dirinya, dan keberanian untuk berdamai dengan 'demons' adalah kunci menuju kedewasaan sejati.










































