Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 47 - Surat Ibrāhīm (Ibrahim)
ابرٰهيم
Ayat 47 / 52 •  Surat 14 / 114 •  Halaman 261 •  Quarter Hizb 26.75 •  Juz 13 •  Manzil 3 • Makkiyah

فَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ مُخْلِفَ وَعْدِهٖ رُسُلَهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ ذُو انْتِقَامٍۗ

Falā taḥsabannallāha mukhlifa wa‘dihī rusulah(ū), innallāha ‘azīzun żun tiqām(in).

Oleh karena itu, jangan sekali-kali engkau mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan,

Makna Surat Ibrahim Ayat 47
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka karena itu, jangan sekali-kali kamu atau siapa pun mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya dalam keberhasilan tugas yang mereka laksanakan. Sungguh, Allah Mahaperkasa dan mempunyai pembalasan. Dia akan menjatuhkan siksa bagi para pendurhaka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt tidak akan memungkiri janji-Nya, betapapun besarnya rencana jahat orang-orang kafir itu, janganlah dikira bahwa Allah akan menyalahi janji yang telah dibuat-Nya dengan para rasul. Janji itu ialah: Allah pasti menolong rasul-rasul-Nya dan orang-orang yang beriman besertanya, sehingga mereka memperoleh kemenangan. Demikian pula Allah tidak akan menyalahi janji-Nya untuk mengazab orang kafir di akhirat nanti, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya yang terdahulu:

اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ

Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (Ibrāhīm/14: 42)

Pada akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa Dia Mahaperkasa dan Mahakeras siksa-Nya. Tidak seorangpun yang sanggup menghindarkan diri dari tuntutan-Nya. Dia pasti membalas dan menyiksa orang-orang yang menghalang-halangi rasul-rasul-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

Al-Aṣfād الأَصْفَاد (Ibrāhīm/14: 49)

Kata al-aṣfād dalam Al-Qur’an disebutkan dua kali, masing-masing dalam rangkaian kalimat yang sangat mirip. Pertama dalam ayat ini, dan kedua dalam Surah Ṣād/38: 38. Surah Ṣād/38: 38 menyebut kata al-aṣfād dalam kaitan adanya setan yang terikat dalam belenggu, sedangkan dalam ayat 49 Surah Ibrāhīm, kata al-aṣfād muncul untuk menegaskan bahwa pada hari kiamat dapat dilihat orang-orang yang berdosa secara bersama diikat dengan belenggu. Tentang kata al-aṣfād, terdapat tiga macam pendapat. Pertama, menurut pendapat Ibnu ‘Abbās, Ibnu Zaid, Abu Ubaidah, Ibn Qutaibah, al-Zajjaj, dan Ibn al-Anbari, bahwa yang dimaksud dengannya adalah belenggu (al-aglāl). Kedua, menurut Imam Qatadah, maksudnya adalah rantai pengikat dan belenggu (al-quyud wa al-aglāl). Ketiga, menurut Abu Sulaiman al-Dimasyqi, maksudnya adalah rantai pengikat (al-quyud), wallāhu a‘lam bi al-ṣawāb.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto