
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Jangan bicara soal idealisme
Mari bicara b′rapa banyak uang di kantong kita
Atau b'rapa dahsyatnya ancaman
Yang membuat kita terpaksa onani
Makna lirik lagu ini mencerminkan pandangan pesimistis terhadap kehidupan dan kondisi sosi... tampilkan semua
Jangan bicara soal nasionalisme
Mari bicara tentang kita yang lupa warna bendera sendiri
Atau tentang kita yang buta
Bisul tumbuh subur di ujung hidung yang memang tak mancung
Makna lirik lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan kondisi masyarakat yang kehilang... tampilkan semua
Jangan perdebatkan soal keadilan
Sebab keadilan bukan untuk diperdebatkan
Jangan cerita soal kemakmuran
Sebab kemakmuran hanya untuk anjing si Tuan Polan
Makna lirik lagu ini mengekspresikan suatu kritikan sosial terhadap konsep keadilan dan ke... tampilkan semua
Lihat di sana
Si Urip meratap di teras marmer
Direktur murtad
Makna lirik lagu ini menyoroti kesedihan dan keputusasaan yang dialami oleh seorang tokoh ... tampilkan semua
Lihat di sana
Si Icih sedih di ranjang empuk
Waktu majikannya menindih
Makna lirik lagu ini mencerminkan perasaan kesedihan dan keterasingan yang dialami seseora... tampilkan semua
Lihat di sana
Parade penganggur yang tampak murung
Di tepi kubur
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana kesedihan dan keputusasaan yang dirasakan oleh ... tampilkan semua
Lihat di sana
Antrean pencuri
Yang timbul sebab nasinya dicuri
Makna lirik lagu ini menggambarkan fenomena sosial di mana tindakan mencuri muncul sebagai... tampilkan semua
Jangan bicara soal runtuhnya moral
Mari bicara tentang harga diri yang tak ada arti
Atau tentang tanggung jawab
Yang kini dianggap sepi
Makna lirik lagu ini menyiratkan kecemasan terhadap kondisi moral dan etika yang semakin t... tampilkan semua
Lagu "Jangan Bicara" karya Iwan Fals adalah sebuah karya yang menggugah, tidak hanya karena melodi yang menyentuh, tetapi juga karena liriknya yang penuh makna. Dalam lagu ini, Iwan Fals menyampaikan kritik sosial yang mendalam dengan bahasa yang lugas dan langsung. Lirik-liriknya mencerminkan realitas pahit yang dihadapi oleh masyarakat, dan mengajak pendengarnya untuk merenungkan keadaan di sekitarnya.
Kritik Terhadap Idealisme dan Nasionalisme
Diawali dengan pernyataan "Jangan bicara soal idealisme," lagu ini menunjukkan ketidakpuasan terhadap diskusi-diskusi yang terlalu ideal tanpa mempertimbangkan kenyataan. Iwan Fals mendorong kita untuk beralih ke tema yang lebih pragmatis, yaitu masalah ekonomi, seperti “b′rapa banyak uang di kantong kita.” Sebuah pengingat bahwa banyak orang yang terpaksa menghadapi kesulitan finansial, yang membuat idealisme mereka terpinggirkan.
Realitas Sosial yang Menyedihkan
Ekspresi lebih lanjut dari realitas tersebut terlihat ketika Iwan Fals menyoroti masalah nasionalisme yang semakin memudar. Dalam liriknya, ia menegaskan bahwa kita melupakan warna bendera sendiri. Ini merupakan kritik pedas tentang betapa banyak orang yang tidak lagi peduli terhadap identitas dan kultur bangsa mereka.
Kedudukan Keadilan dan Kemakmuran
Iwan Fals juga tidak ragu untuk menyatakan bahwa keadilan dan kemakmuran bukanlah tema yang layak untuk diperdebatkan. Dengan pernyataan "Keadilan bukan untuk diperdebatkan," ia membawa pendengar pada suatu kesadaran bahwa keadilan seharusnya merupakan hak yang dijunjung tinggi. Namun, kenyataannya, kemakmuran seringkali hanya dinikmati oleh segelintir orang, seperti dalam pernyataan kritis “Sebab kemakmuran hanya untuk anjing si Tuan Polan.” Kata-kata ini mencerminkan kesenjangan sosial yang menganga di tengah masyarakat.
Pemandangan yang Menyentuh Hati
Dalam bait-bait berikutnya, Iwan Fals menggambarkan berbagai pemandangan kehidupan nyata yang sangat menyentuh hati. Gambaran seperti "Si Urip meratap di teras marmer" dan "Si Icih sedih di ranjang empuk" menunjukkan kontras antara mereka yang berada di posisi kekuasaan atau kaya, dan mereka yang terpinggirkan dan menderita. Pemandangan ini membangkitkan empati dan kesadaran terhadap ketidakadilan sosial yang ada.
Kesimpulan: Refleksi atas Kehidupan
Di akhir lirik, Iwan Fals mengajak kita untuk melihat lebih dalam tentang nilai harga diri dan tanggung jawab yang semakin dipandang sepele. Dengan membawakan lagu ini, Iwan Fals tidak hanya ingin menghibur, tetapi lebih jauh dari itu, ia ingin membangkitkan kesadaran sosial. "Jangan Bicara" adalah sebuah seruan untuk menyadari keadaan dan berusaha melakukan perubahan, meskipun di tengah berbagai tantangan yang ada.
















































