Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 20 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 20 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 306 •  Quarter Hizb 31.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

قَالَتْ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌ وَّلَمْ اَكُ بَغِيًّا

Qālat annā yakūnu lī gulāmuw wa lam yamsasnī basyaruw wa lam aku bagiyyā(n).

Dia (Maryam) berkata, “Bagaimana (mungkin) aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada seorang (laki-laki) pun yang menyentuhku dan aku bukan seorang pelacur?”

Makna Surat Maryam Ayat 20
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mendengar perkataan Jibril tentang anak tersebut, dia berkata keheranan, “Bagaimana mungkin aku melahirkan dan mempunyai anak laki-laki, padahal selama ini tidak pernah ada satu orang pun pria yang menyentuhku, yaitu berhubungan suami istri secara halal denganku, dan aku juga bukan seorang pezina.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Maryam merasa sangat terkejut mendengar berita itu dan dengan nada keheranan ia berkata, “Bagaimana aku akan mendapat seorang anak laki-laki padahal belum pernah ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku; dan aku bukan pula seorang pezina.”

Isi Kandungan Kosakata

1. Gulāman Zakiyyā غُلَامًا زَكِيًّا (Maryam/19: 19)

Artinya Seorang putra yang bersih. Gulāmun, jamak aglimah, gilmah dan gilmān, anak, dari yang baru lahir sampai memasuki usia remaja, Zakï, bersih dan baik, suci, yang dimaksud dengan zaki ialah suci bersih, sesuai dengan sifat seorang nabi. Gulām, yakni anak laki-laki, putra yang akan dilahirkan dengan tambahan zakiyya, yang bersih, suci, bukan sembarang anak, untuk menghilangkan rasa takut, heran dan ragu pada Maryam ketika didatangi oleh laki-laki (malaikat) tidak dikenal itu, benarkah ia bertakwa? Bagaimana ia akan mendapatkan anak padahal tidak bersentuhan dengan laki-laki mana pun dan bukan perempuan nakal. Maka anak inilah yang kemudian dikenal sebagai Nabi, sebagai Isa Almasih putra Maryam, Nabi yang membawa tugas kepada masyarakat sekitarnya.

2. Amran Maqḍiyyā اَمْرًا مَقْضِيًّا(Maryam/ 19: 21)

Artinya: suatu perkara yang sudah diputuskan. Sesuatu yang telah diputuskan berarti tidak akan ada lagi perubahan. Kata maqḍiyya adalah bentuk isim maf`ul dari qaḍa. Al-Qaḍa adalah memutuskan satu perkara baik berupa perkataan atau pekerjaan. Keduanya bisa terkait dengan Allah atau manusia. Contoh qaḍa yang terkait dengan Allah adalah perintahnya kepada manusia untuk tidak menyekutukan-Nya (lihat al-Isrā’/17:23). Sedangkan yang terkait dengan manusia adalah seperti pekerjaan manasik haji yang sudah diselesaikan oleh orang yang berhaji (al-Baqarah/2:200)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto