Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 19 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 19 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 306 •  Quarter Hizb 31.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

قَالَ اِنَّمَآ اَنَا۠ رَسُوْلُ رَبِّكِۖ لِاَهَبَ لَكِ غُلٰمًا زَكِيًّا

Qāla innamā ana rasūlu rabbik(a), li'ahaba laki gulāman zakiyyā(n).

Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan anugerah seorang anak laki-laki yang suci kepadamu.”

Makna Surat Maryam Ayat 19
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Jibril menyadari ketakutan Maryam. Dia lalu memperkenalkan diri dan berkata, “Sesungguhnya aku ini hanyalah utusan Tuhanmu yang menjaga dan melindungimu. Aku mendapat tugas untuk menyampaikan berita tentang anugerah yang akan dikaruniakan Allah kepadamu, yaitu seorang anak laki-laki yang suci dari segala dosa dan noda.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Untuk menenteramkan hati Maryam dan menghilangkan kecurigaannya Malaikat Jibril berkata, “Sesungguhnya aku ini hanyalah utusan dari Tuhanmu untuk menyampaikan berita kepadamu akan lahir seorang anak laki-laki yang suci dari segala macam noda.” Malaikat Jibril menyebutkan bahwa dia sendiri yang akan menyampaikan berita tentang anak laki-laki itu, karena ia diperintahkan oleh Allah Ta`ala untuk meniupkan roh ke dalam tubuh Maryam.

Isi Kandungan Kosakata

1. Gulāman Zakiyyā غُلَامًا زَكِيًّا (Maryam/19: 19)

Artinya Seorang putra yang bersih. Gulāmun, jamak aglimah, gilmah dan gilmān, anak, dari yang baru lahir sampai memasuki usia remaja, Zakï, bersih dan baik, suci, yang dimaksud dengan zaki ialah suci bersih, sesuai dengan sifat seorang nabi. Gulām, yakni anak laki-laki, putra yang akan dilahirkan dengan tambahan zakiyya, yang bersih, suci, bukan sembarang anak, untuk menghilangkan rasa takut, heran dan ragu pada Maryam ketika didatangi oleh laki-laki (malaikat) tidak dikenal itu, benarkah ia bertakwa? Bagaimana ia akan mendapatkan anak padahal tidak bersentuhan dengan laki-laki mana pun dan bukan perempuan nakal. Maka anak inilah yang kemudian dikenal sebagai Nabi, sebagai Isa Almasih putra Maryam, Nabi yang membawa tugas kepada masyarakat sekitarnya.

2. Amran Maqḍiyyā اَمْرًا مَقْضِيًّا(Maryam/ 19: 21)

Artinya: suatu perkara yang sudah diputuskan. Sesuatu yang telah diputuskan berarti tidak akan ada lagi perubahan. Kata maqḍiyya adalah bentuk isim maf`ul dari qaḍa. Al-Qaḍa adalah memutuskan satu perkara baik berupa perkataan atau pekerjaan. Keduanya bisa terkait dengan Allah atau manusia. Contoh qaḍa yang terkait dengan Allah adalah perintahnya kepada manusia untuk tidak menyekutukan-Nya (lihat al-Isrā’/17:23). Sedangkan yang terkait dengan manusia adalah seperti pekerjaan manasik haji yang sudah diselesaikan oleh orang yang berhaji (al-Baqarah/2:200)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto