Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 75 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 75 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 310 •  Quarter Hizb 31.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

قُلْ مَنْ كَانَ فِى الضَّلٰلَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمٰنُ مَدًّا ەۚ حَتّٰىٓ اِذَا رَاَوْا مَا يُوْعَدُوْنَ اِمَّا الْعَذَابَ وَاِمَّا السَّاعَةَ ۗفَسَيَعْلَمُوْنَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضْعَفُ جُنْدًا

Qul man kāna fiḍ-ḍalālati falyamdud lahur-raḥmānu maddā(n), ḥattā iżā ra'au mā yū‘adūna immal-‘ażāba wa immas-sā‘ata fa saya‘lamūna man huwa syarrum makānaw wa aḍ‘afu jundā(n).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapa yang berada dalam kesesatan, biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang waktu baginya.464) Hingga apabila telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, mereka akan mengetahui siapa yang lebih buruk kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya.”

Makna Surat Maryam Ayat 75
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Menanggapi cemoohan mereka, katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Barang siapa berada dalam kesesatan dan keingkaran yang membuatnya sombong dan enggan beriman, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang baginya umur dan kesempatan untuk menikmati kehidupan duniawi. Mereka dibiarkan sehingga terlena dalam keingkarannya. Kelak apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab yang mereka dapatkan dari musuh yang lebih perkasa maupun kedahsyatan kiamat yang menjadi awal pembalasan atas keingkaran mereka, maka saat itu mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya akibat siksa Allah dan lebih lemah bala tentaranya yang selama ini mereka andalkan untuk membela kepentingannya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad supaya menjawab cemoohan dan olok-olok kaum musyrik yang membanggakan kekayaannya itu dengan mengatakan bahwa orang-orang yang sesat dari kaumnya tidak akan dibinasakan oleh Allah saat ini, karena rahmat dan kasih sayangnya dan karena di kalangan mereka berada Nabi Muhammad serta orang-orang yang beriman. Hal ini tersebut pada firman-Nya:

وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُم ْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْ نَ ٣٣

Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan. (al-Anfāl/8: 33)

Allah akan membiarkan mereka dan menangguhkan serta memberi kesempatan kepada mereka untuk berlarut-larut dalam kekafiran dan kedurhakaan sampai tiba saatnya mereka akan melihat sendiri siksaan Allah di dunia dengan kekalahan total yang dialami mereka (seperti Perang Badar dan terusirnya kaum musyrik Mekah) dan di akhirat mereka akan melihat siapa sebenarnya yang lebih mulia, mendapat rahmat dan karunia Allah dan siapa yang akan mendapat siksaan yang menghinakan sehingga begitu hina dan begitu rendahlah kedudukan mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Aṡāṡā اَثَاثًا (Maryam/19: 74)

اثاثا artinya perkakas rumah atau perlengkapan rumah tangga. Dalam ayat 74 Surah Maryam ini ungkapan hum aḥsanu aṡāṡā artinya mereka lebih bagus alat rumah tangga mereka. Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa betapa banyak umat terdahulu yang ingkar telah dibinasakan meskipun mereka memiliki kedudukan yang baik, kekayaan yang banyak, perkakas rumah tangga yang bagus-bagus dan mempunyai anak yang banyak pula. Kejayaan dan kemegahan seseorang tidak selalu menunjukkan bahwa dia diridai Allah apabila mereka tidak taat pada Allah, ingkar pada aturan agama dan menentang ajakan kebaikan atau dakwah agama yang disampaikan oleh nabi dan rasul Allah.

2. Ri’yā رِءْيًا (Maryam/19: 74)

رءيا artinya pemandangan yang bagus atau indah. Pada ayat yang sama yaitu ayat 74 surah Maryam, firman Allah mengungkapkan hum aḥsanu aṡāṡā wa ri`yā artinya perlengkapan rumah tangga mereka lebih bagus dan juga lebih indah dipandang mata. Ayat ini menunjukkan bantahan Allah terhadap pendapat orang-orang kafir yang dikemukakan pada ayat sebelumnya yaitu ketika mereka diajak untuk beriman dan beramal saleh sesuai dengan petunjuk agama serta kepada mereka dibacakan ayat-ayat yang terang dan jelas maksudnya, tetapi orang kafir berkata kepada orang mukmin, kata mereka dengan sombong, “Bukankah kenyataannya kami lebih baik kedudukan kami daripada kamu orang-orang mukmin?” Orang kafir (terutama kafir Quraisy Mekah yang saat itu menguasai bidang ekonomi dan politik di lingkungan orang-orang Arab) menyangka bahwa kedudukan yang tinggi dan terhormat serta hidup berkecukupan adalah pertanda bahwa cara hidup mereka telah diridai Allah. Padahal kemegahan hidup seseorang bukan pertanda dia diridai Allah, banyak umat terdahulu lebih hebat lagi yang telah dihancurkan dan dibinasakan Allah karena mereka melawan ajakan Rasul-Nya, mereka menentang dakwah agama.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto