Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 14 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 14 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 306 •  Quarter Hizb 31.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَّبَرًّاۢ بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا

Wa barram biwālidaihi wa lam yakun jabbāran ‘aṣiyyā(n).

(Dia) orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia bukan orang yang sombong lagi durhaka.

Makna Surat Maryam Ayat 14
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan dia juga sangat berbakti kepada kedua orang tuanya sehingga mereka sangat menyayanginya, dan dia juga bukan orang yang sombong dan membanggakan nasabnya, dan bukan pula orang yang durhaka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan sifat Nabi Yahya yang selalu berbakti kepada kedua orang tuanya, karena berbakti kepada mereka itu dijadikan amal kebajikan setelah beribadah kepada Allah, sesuai dengan firman-Nya:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَ يْنِ اِحْسٰنًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.(al-Isrā’/17: 23)

Di antara sifat Nabi Yahya lainnya ialah tidak sombong terhadap manusia yang lain, selalu rendah hati, seperti sifat yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad saw dalam firman Allah:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْن َ ۚ ٢١٥

Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. (asy-Syu’arā’/26: 215)

Dan firman Allah:

وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ

Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. (Āli ‘Imrān/3: 159)

Oleh karena sifat sombong ini sangat buruk, sehingga menyebabkan Iblis dikutuk karena ia berlaku sombong, tidak mau sujud menghormati kepada Nabi Adam as, atas perintah Allah. Sifat yang terakhir di antara sifat Nabi Yahya yang terpuji adalah tidak pernah menentang perintah Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Bi quwah بِقُوَّةٍ (Maryam/19:12)

Artinya dengan sungguh-sungguh. Kata quwwah dalam Al-Qur’an kebanyakan memakai isim nakirah kecuali pada tiga tempat saja yang memakai isim makrifat yaitu pada surah aż-Żāriyāt/51:58 (żul quwwah) dan al-Baqarah/2:165 (annal-quwwah) dan al-Qaṣaṣ/28:76 (ulul quwah). Penggunaan kata quwwah dalam isim nakirah mempunyai arti bahwa kekuatan dan keteguhan dalam ha1 yang menjadi bahan pembicaraan itu sedemikian rupa, tak bisa dibayangkan kadarnya. Pada ayat ini Nabi Yahya diperintahkan untuk mengambil kitab Taurat dengan segala keteguhan, kesungguhan dan keyakinan yaitu dengan membacanya secara baik, benar dan serius, lalu memahami maknanya dan mengamalkan isi kandungannya. Seorang yang memegang satu tali dengan kuat dan erat, tidak akan mudah lepas.

2. Ḥanānā حَنَانًا (Maryam/19:13)

Ḥanānā artinya rasa belas kasihan yang mendalam. Kata al-ḥanīn dipergunaan untuk rasa kerinduan yang mendalam, atau belas kasihan. Perasaan ini kadangkala disertai dengan suara yang memelas. Dari sini maka kata al-ḥanīn digunakan untuk rasa belas kasihan sama orang lain, sehingga identik dengan rahmah. Pada ayat ini Nabi Yahya diberi anugerah oleh Allah berupa pemberian hikmah atau pemahaman terhadap kitab Taurat, dan pemahaman yang mendalam terhadap agama selagi masih kanak-kanak, kesucian dan mempunyai rasa belas kasihan kepada orang lain.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto