Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 62 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 62 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 309 •  Quarter Hizb 31.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا اِلَّا سَلٰمًاۗ وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيْهَا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا

Lā yasma‘ūna fīhā lagwan illā salāmā(n), wa lahum rizquhum fīhā bukrataw wa ‘asyiyyā(n).

Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali salam (ucapan kebaikan dan kedamaian). Di dalamnya mereka mendapatkan rezeki pada pagi dan petang.

Makna Surat Maryam Ayat 62
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Surga yang Kami janjikan itu penuh kesenangan. Di dalamnya mereka tidak pernah berbicara atau mendengar perkataan yang tidak berguna, kecuali ucapan salam yang menyejukkan dan mendamaikan. Banyak nikmat Allah di dalamnya, dan di dalamnya bagi mereka ada rezeki pagi dan petang, yang telah Allah tetapkan sebagai pahala atas kebaikan mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan pula bahwa di dalam surga tidak akan terjadi pertengkaran, tidak akan terdengar kata-kata yang tidak berguna seperti yang terjadi di dunia di mana manusia untuk kepentingan dirinya sendiri atau untuk kepentingan keluarga dan kelompoknya selalu berselisih, bertengkar, dakwa- mendakwa dan tuduh-menuduh yang tiada akhirnya, mengakibatkan mereka kehilangan ketenteraman dan kesejahteraan. Bahkan mereka diliputi kecemasan dan kekhawatiran. Lain halnya dengan surga karena manusia telah memasuki dunia yang lain, semua keinginan dapat dicapai dan dinikmati, tidak ada lagi permusuhan atau adu kekuatan antara sesama mereka untuk mencapai sesuatu, maka yang terdengar hanya ucapan salam (selamat sejahtera), baik ucapan itu datang dari malaikat atau dari sesama mereka. Semuanya merasa aman dan tenteram karena pada setiap pagi dan petang mereka diberi rezeki oleh Tuhan mereka, rezeki yang tidak dapat dibayangkan dalam pikiran seseorang bagaimana nikmat dan lezat cita rasanya. Allah melukiskan nikmat yang disediakan bagi penghuni surga, sebagaimana disebut dalam Hadis Qudsi:

اَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَالَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ (رواه البخاري ومسلم عن ابى هريرة)

Aku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh nikmat-nikmat yang belum pernah di lihat oleh mata, yang belum pernah di dengar oleh telinga dan tidak dapat dibayangkan dalam lintasan hati manusia. (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim dari Abu Hurairah)

Isi Kandungan Kosakata

Ma`tiyyā مَأْتِيًّا (Maryam/19: 61)

Lafal مأتيا adalah ism maf’ūl (orang atau benda yang dikenai perbuatan). Berasal dari fi’il اتى -يأتى -اتيانا artinya datang. مأتيّا artinya didatangkan. Dalam surah Maryam ayat 81 artinya, “Sungguh janji Allah pasti ditepati,” yaitu hidup di surga yang telah dijanjikan Allah Yang Maha Pengasih bagi para hamba-Nya yang berbuat baik. Meskipun surga itu kini tidak tampak, tetapi janji Allah untuk memberikan pahala surga pasti dipenuhi, surga itu pasti ada dan akan didatangkan kepada mereka yang taat, beriman dan beramal saleh. Di dalam surga hamba-hamba yang takwa itu akan berbahagia, tidak ada gangguan sama sekali, kepada mereka selalu tersedia rezeki yang banyak pada setiap saat. Itulah balasan bagi orang yang berbuat baik.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto