Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 12 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 12 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 306 •  Quarter Hizb 31.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

يٰيَحْيٰى خُذِ الْكِتٰبَ بِقُوَّةٍ ۗوَاٰتَيْنٰهُ الْحُكْمَ صَبِيًّاۙ

Yā yaḥyā khużil-kitāba biquwwah(tin), wa ātaināhul-ḥukma ṣabiyyā(n).

(Allah berfirman,) “Wahai Yahya, ambillah (pelajarilah)460) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.” Kami menganugerahkan hikmah kepadanya (Yahya)461) selagi dia masih kanak-kanak.

Makna Surat Maryam Ayat 12
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai menjelaskan tanda-tanda yang meyakinkan Nabi Zakaria tentang anugerah berupa anak yang diberi nama Yahya, pada ayat ini Allah beralih menguraikan kejadian setelah anak ini dewasa. Allah berfirman, “Wahai Yahya! Ambillah dan pelajarilah Kitab Taurat itu. Pahami kandungannya dan laksanakan tuntunannya dengan sungguh-sungguh.” Kami telah mengajarinya isi Taurat dan Kami berikan hikmah kepadanya selagi dia masih kanak-kanak, sehingga saat dewasa ia telah paham betul Kitab itu dan tidak pernah lalai dalam melaksanakannya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah memerintahkan kepada Yahya supaya mengambil kitab Taurat yang merupakan nikmat terbesar dari Allah kepada Bani Israil dengan penuh perhatian dan sungguh-sungguh dan mengamalkan isinya dengan tulus ikhlas. Kemudian Allah mengungkapkan sifat-sifat Nabi Yahya yang sangat terpuji yang patut ditiru oleh sekalian pengikutnya. Di antaranya, Allah telah memberikan kepadanya hikmah dan pengertian yang sangat mendalam tentang agama dan kegairahan untuk mengamalkan segala amal kebaikan walaupun ketika itu Yahya masih sangat muda. Diriwayatkan bahwa beliau pernah dikerumuni oleh anak-anak sebayanya dan diajak supaya main bersama-sama, lalu beliau menjawab, “Kita ini diciptakan Tuhan bukan untuk bermain-main. Marilah ikut bersama saya salat.”

Isi Kandungan Kosakata

1. Bi quwah بِقُوَّةٍ (Maryam/19:12)

Artinya dengan sungguh-sungguh. Kata quwwah dalam Al-Qur’an kebanyakan memakai isim nakirah kecuali pada tiga tempat saja yang memakai isim makrifat yaitu pada surah aż-Żāriyāt/51:58 (żul quwwah) dan al-Baqarah/2:165 (annal-quwwah) dan al-Qaṣaṣ/28:76 (ulul quwah). Penggunaan kata quwwah dalam isim nakirah mempunyai arti bahwa kekuatan dan keteguhan dalam ha1 yang menjadi bahan pembicaraan itu sedemikian rupa, tak bisa dibayangkan kadarnya. Pada ayat ini Nabi Yahya diperintahkan untuk mengambil kitab Taurat dengan segala keteguhan, kesungguhan dan keyakinan yaitu dengan membacanya secara baik, benar dan serius, lalu memahami maknanya dan mengamalkan isi kandungannya. Seorang yang memegang satu tali dengan kuat dan erat, tidak akan mudah lepas.

2. Ḥanānā حَنَانًا (Maryam/19:13)

Ḥanānā artinya rasa belas kasihan yang mendalam. Kata al-ḥanīn dipergunaan untuk rasa kerinduan yang mendalam, atau belas kasihan. Perasaan ini kadangkala disertai dengan suara yang memelas. Dari sini maka kata al-ḥanīn digunakan untuk rasa belas kasihan sama orang lain, sehingga identik dengan rahmah. Pada ayat ini Nabi Yahya diberi anugerah oleh Allah berupa pemberian hikmah atau pemahaman terhadap kitab Taurat, dan pemahaman yang mendalam terhadap agama selagi masih kanak-kanak, kesucian dan mempunyai rasa belas kasihan kepada orang lain.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto