Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 73 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 73 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 310 •  Quarter Hizb 31.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُنَا بَيِّنٰتٍ قَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓاۙ اَيُّ الْفَرِيْقَيْنِ خَيْرٌ مَّقَامًا وَّاَحْسَنُ نَدِيًّا

Wa iżā tutlā ‘alaihim āyātunā bayyinātin qālal-lażīna kafarū lil-lażīna āmanū, ayyul-farīqaini khairum maqāmaw wa aḥsanu nadiyyā(n).

Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, niscaya orang-orang yang kufur berkata kepada orang-orang yang beriman, “Manakah di antara kedua golongan yang lebih baik tempat tinggal dan lebih indah tempat pertemuan(-nya)?”

Makna Surat Maryam Ayat 73
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Penjelasan mengenai ancaman Allah kepada orang-orang kafir dikuti dengan uraian tentang tanggapan mereka atas ajakan untuk beriman. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas maksud, kebenaran, dan petunjuk-nya, orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman dengan angkuh dan sombong karena merasa memiliki kelebihan atas mereka guna mengalihkan pembicaraan, “Manakah di antara kedua golongan di antara kita yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan-nya? Bukankah ini membuktikan bahwa Tuhan lebih sayang kepada kami?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan sikap orang-orang kafir itu bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Al-Qur’an yang nyata kebenarannya dan tidak dapat disangkal lagi, ucapan yang keluar dari mulut mereka untuk menentang kebenaran ayat-ayat itu adalah cemoohan dan olok-olok. Mereka mengatakan kepada orang mukmin siapa di antara kita yang paling senang hidupnya, paling tenang pikirannya, paling bagus rumahnya, paling tinggi kedudukannya dan paling banyak jumlahnya. Bagaimana kami yang jauh lebih tinggi dan lebih mulia dari kamu semua, akan berada dalam kebatilan dan menempuh jalan yang sesat. Hal ini adalah sesuatu yang mustahil. Maka kami menganggap kamulah yang berada dalam kesesatan karena golongan kamu selain lemah, sengsara dan sedikit jumlahnya, kamu hanya dapat berkumpul dengan sembunyi-sembunyi membicarakan hal ihwalnya di tempat-tempat yang tersisih dan sepi seperti Darul Arqam dan sebagainya. Tidak mungkin agama yang kamu anut itu agama yang benar dan tidak mungkin ayat-ayat Al-Qur’an itu baik dan berguna. Karena kalau demikian halnya tentu kamilah yang lebih dahulu beriman dan mempercayainya. Hanya itulah alasan dan keterangan yang dapat dikemukakan oleh orang kafir kepada orang mukmin dan keterangan mereka seperti ini terdapat pula pada ayat yang lain:

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَّا سَبَقُوْنَآ اِلَيْهِۗ وَاِذْ لَمْ يَهْتَدُوْا بِهٖ فَسَيَقُوْلُوْ نَ هٰذَآ اِفْكٌ قَدِيْمٌ ١١

Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, ”Sekiranya Al-Qur’an itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya.” Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata, ”Ini adalah dusta yang lama.” (al-Aḥqāf/46: 11)

Isi Kandungan Kosakata

1. Aṡāṡā اَثَاثًا (Maryam/19: 74)

اثاثا artinya perkakas rumah atau perlengkapan rumah tangga. Dalam ayat 74 Surah Maryam ini ungkapan hum aḥsanu aṡāṡā artinya mereka lebih bagus alat rumah tangga mereka. Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa betapa banyak umat terdahulu yang ingkar telah dibinasakan meskipun mereka memiliki kedudukan yang baik, kekayaan yang banyak, perkakas rumah tangga yang bagus-bagus dan mempunyai anak yang banyak pula. Kejayaan dan kemegahan seseorang tidak selalu menunjukkan bahwa dia diridai Allah apabila mereka tidak taat pada Allah, ingkar pada aturan agama dan menentang ajakan kebaikan atau dakwah agama yang disampaikan oleh nabi dan rasul Allah.

2. Ri’yā رِءْيًا (Maryam/19: 74)

رءيا artinya pemandangan yang bagus atau indah. Pada ayat yang sama yaitu ayat 74 surah Maryam, firman Allah mengungkapkan hum aḥsanu aṡāṡā wa ri`yā artinya perlengkapan rumah tangga mereka lebih bagus dan juga lebih indah dipandang mata. Ayat ini menunjukkan bantahan Allah terhadap pendapat orang-orang kafir yang dikemukakan pada ayat sebelumnya yaitu ketika mereka diajak untuk beriman dan beramal saleh sesuai dengan petunjuk agama serta kepada mereka dibacakan ayat-ayat yang terang dan jelas maksudnya, tetapi orang kafir berkata kepada orang mukmin, kata mereka dengan sombong, “Bukankah kenyataannya kami lebih baik kedudukan kami daripada kamu orang-orang mukmin?” Orang kafir (terutama kafir Quraisy Mekah yang saat itu menguasai bidang ekonomi dan politik di lingkungan orang-orang Arab) menyangka bahwa kedudukan yang tinggi dan terhormat serta hidup berkecukupan adalah pertanda bahwa cara hidup mereka telah diridai Allah. Padahal kemegahan hidup seseorang bukan pertanda dia diridai Allah, banyak umat terdahulu lebih hebat lagi yang telah dihancurkan dan dibinasakan Allah karena mereka melawan ajakan Rasul-Nya, mereka menentang dakwah agama.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto