
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Kereta arah kota
Penuh tatapan kosong
Jemari mengetik
Lupa indahnya hening
Makna lirik lagu ini menggambarkan keadaan seseorang yang terjebak dalam rutinitas kehidup... tampilkan semua
Mengapa begini
Demi si reputasi
Mau menjadi yang disukai
Bersampul persona diri
Makna lirik lagu ini mencerminkan perjuangan individu dalam mempertahankan citra diri atau... tampilkan semua
Sandiwarakah
Semua yang ada
Di balik indahnya senyuman
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan adanya dualitas antara penampilan luar dan kenyataan y... tampilkan semua
Bijaksanakah
Saat manusia
Kehilangan waktu yang berharga
Demi layar saja
Makna lirik lagu ini mengungkapkan refleksi kritis terhadap perilaku manusia yang cenderun... tampilkan semua
Sayangnya terkadang
Sampai terbuai rasa
Mau menjadi seperti dia
Sempurna di layar kaca
Makna lirik lagu ini mengisyaratkan perasaan ketidakpuasan terhadap diri sendiri dan keing... tampilkan semua
Bijaksanakah
Saat manusia
Kehilangan waktu yang berharga
Demi layar saja
Sandiwarakah
Semua yang ada
Di balik indahnya senyuman
Makna lirik lagu ini menggambarkan refleksi mengenai nilai waktu dan bagaimana manusia ser... tampilkan semua
Bijaksanakah
Saat manusia
Kehilangan diri yang berharga
Demi layar saja
Makna lirik lagu ini mencerminkan refleksi tentang kondisi manusia di era digital, di mana... tampilkan semua
Demi layar saja
Demi layar saja
Demi layar saja
Demi layar saja
Makna lirik lagu ini mencerminkan pengorbanan dan usaha seseorang yang berjuang demi menca... tampilkan semua
Engkau meratap
Engkau mencari
Engkau bercermin kembali
Makna lirik lagu ini mencerminkan sebuah perjalanan emosional yang dalam, di mana seseoran... tampilkan semua
Sandiwara
Makna lirik lagu ini menggambarkan dinamika emosional dalam sebuah hubungan yang penuh tip... tampilkan semua
Lagu "Layar" yang dibawakan oleh Maudy Ayunda menyuguhkan refleksi mendalam tentang kehidupan dalam era modern yang sarat dengan kesan dan pencitraan. Melalui lirik yang puitis, Maudy mengajak pendengar untuk merenungkan nilai-nilai yang sering kali terlupakan di tengah kebisingan dunia digital.
Realitas di Balik Layar
Diawali dengan penggambaran perjalanan kereta menuju kota, lirik "Kereta arah kota, Penuh tatapan kosong" menciptakan kesan awal tentang rutinitas yang monoton dan kekosongan emosional. Hidup di tengah hiruk-pikuk kota besar, banyak orang terjebak dalam kesibukan yang mengaburkan keindahan momen hening. Ini menyoroti sikap masyarakat yang lebih fokus pada citra luar daripada pada pengalaman hidup yang sebenarnya.
Persepsi dan Identitas Diri
Dalam bait berikutnya, Maudy menggambarkan usaha untuk mempertahankan reputasi dan pencitraan sosial dengan lirik "Demi si reputasi, Mau menjadi yang disukai". Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang sering kali merasa tertekan untuk memenuhi ekspektasi orang lain, berusaha menjadi sosok yang disukai, meskipun mungkin harus mengorbankan keaslian diri mereka.
Kehidupan Sehari-hari yang Sandiwara
Lirik "Bersampul persona diri, Sandiwarakah Semua yang ada" menegaskan bahwa banyak aspek dalam interaksi sosial kini bekerja seperti sandiwara. Individu mengenakan topeng untuk menutupi kerapuhan dan ketidaksempurnaan, menyembunyikan kekurangan demi menciptakan kesan yang menyenangkan. Ini mencerminkan fenomena sosial yang kompleks, di mana penampilan sering kali lebih mendapat perhatian daripada ketulusan.
Ketidakbijaksana an Manusia
Maudy juga menyoroti kelemahan manusia dalam kehilangan waktu yang berharga "Bijaksanakah Saat manusia Kehilangan waktu yang berharga, Demi layar saja". Ini menjadi pengingat akan betapa pentingnya menyadari penggunaan waktu kita, terutama ketika terjebak dalam dunia virtual yang dapat mengalihkan perhatian dari kenyataan yang lebih berharga.
Pencarian Jati Diri
Di bagian akhir lirik, terdapat nada pencarian diri yang kuat dengan lirik "Engkau meratap, Engkau mencari, Engkau bercermin kembali". Ini memberikan pesan bahwa meski seseorang terdiam dalam kesedihan atau kehilangan, selalu ada harapan untuk kembali menemukan diri yang hilang. Proses refleksi ini sangat penting untuk setiap individu agar dapat bangkit dan menemukan makna dalam perjalanan hidupnya.
Kesimpulan
Melal ui lagu "Layar", Maudy Ayunda mengajak kita untuk merenung tentang pentingnya keaslian, kesadaran diri, dan pengelolaan waktu di tengah dunia yang penuh dengan ilusi. Lagu ini bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga sebuah perenungan yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, mengingatkan kita untuk tidak kehilangan diri kita demi popularitas semu yang ada di layar.









































