Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Album • 1 tahun lalu
Album Artwork
One Thing At A Time
Morgan Wallen
Contemporary Country
36 Lagu • 2023
Tentang
Album "One Thing At A Time" oleh Morgan Wallen, yang dirilis pada 3 Maret 2023, menyajikan eksplorasi mendalam tentang emosi manusia melalui genre contemporary country. Dengan 36 lagu, album ini menggambarkan beragam tema seperti cinta, kehilangan, dan perjuangan pribadi, memperlihatkan perjalanan Wallen menghadapi kecanduan serta kerinduan akan hubungan yang telah berlalu, menjadikannya karya yang rentang emosional.
Tracklist
© 2023 Big Loud Records / Mercury Records / Republic Records
Review Album

Album terbaru dari Morgan Wallen yang berjudul 'One Thing At A Time' dirilis pada 3 Maret 2023 di bawah label Big Loud Records, Mercury Records, dan Republic Records. Dengan mengangkat genre contemporary country, album ini menawarkan 36 lagu yang menggambarkan kisah hidup, cinta, kehilangan, dan perjuangan melalui lirik yang mendalam dan emosional.

Penjelasan Lirik Setiap Lagu

  • Born With A Beer In My Hand: Lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang berjuang menghadapi kecanduan alkohol, menciptakan konflik antara masa lalu yang kelam dan keinginan untuk memperbaiki hidup.
  • Last Night: Mengisahkan dinamika hubungan yang emosi, di mana meskipun ada keinginan untuk berpisah, cinta dan harapan untuk memulai kembali masih ada.
  • Everything I Love: Menggambarkan penyesalan dan rasa sakit dari kenangan indah yang kini menjadi menyedihkan setelah perpisahan.
  • Man Made A Bar (feat. Eric Church): Lagu ini menggunakan metafora bar sebagai pelampiasan, menyoroti kesepian dan kekecewaan ketika cinta tidak sesuai harapan.
  • Devil Don’t Know: Mengisahkan penderitaan emosional setelah ditinggalkan, dengan fokus pada kesedihan yang mendalam dan ketidakmampuan untuk move on.
  • One Thing At A Time: Menceritakan pergulatan dalam mengatasi kecanduan dan kehilangan cinta, menciptakan kebingungan dalam prioritas kehidupan.
  • ’98 Braves: Memanfaatkan analogi baseball untuk mencerminkan harapan dan usaha yang tak membuahkan hasil dalam cinta.
  • Ain’t That Some: Merayakan kehidupan pedesaan dan nilai-nilai sederhana yang sering kali diabaikan, memberi nuansa nostalgia.
  • I Wrote The Book: Menggambarkan ketidakmampuan mengikuti pedoman moral di tengah gaya hidup bebas.
  • Tennessee Numbers: Kenangan tentang mantan kekasih yang kini menjauh, sambil mempertahankan harapan untuk bisa berbicara kembali.
  • Hope That’s True: Merelakan hubungan dengan harapan mantan kekasih menemukan kebahagiaan, meskipun ada rasa sakit tersendiri.
  • Whiskey Friends: Perpaduan antara patah hati dan pelarian melalui alkohol, mengungkapkan kesedihan yang mendalam.
  • Sunrise: Menyiratkan ketidakmampuan melupakan mantan yang selalu hadir dalam ingatan dan momen-momen kehidupan.
  • Keith Whitley: Mengungkap rasa sakit dari kehilangan dan bagaimana kenangan yang menyakitkan terus membayangi, mirip rasa whiskey yang tidak bertahan lama.
  • In The Bible (feat. HARDY): Menggambarkan nilai-nilai sederhana dalam budaya pedesaan seperti persahabatan dan keimanan yang menjadi sumber inspirasi.
  • You Proof: Berjuang untuk menghapus kenangan pahit dengan berkaitan pada alkohol, menunjukkan kesedihan ketika berhadapan dengan kehilangan.
  • Thought You Should Know: Kerinduan seorang anak kepada ibunya dengan berbagi kabar baik setelah lama tidak pulang rumah.
  • F150-50: Keraguan dan kerinduan seorang pria terhadap mantan kekasihnya, menggambarkan perjalanan emosional yang rumit.
  • Neon Star (Country Boy Lullaby): Mencurahkan rasa sakit melalui harapan yang tak terwujud setelah ditinggal orang yang dicintai.
  • I Deserve A Drink: Menggambarkan dilema antara tanggung jawab dan hasrat ketika berhadapan dengan cinta yang intens.
  • Wine Into Water: Permohonan maaf kepada pasangan setelah pertengkaran dengan harapan bisa mencapai rekonsiliasi.
  • Me + All Your Reasons: Menggambarkan perjalanan emosional yang dihadapi seseorang setelah ditinggal, dengan kesadaran akan kenangan dan konsekuensi.
  • Tennessee Fan: Cinta antara dua orang dari universitas rival, menyoroti perpaduan budaya olahraga dan romansa.
  • Money On Me: Mengisahkan seseorang yang menyadari ketidakmampuannya untuk bersikap serius dalam hubungan.
  • Thinkin’ Bout Me: Keresahan mantan kekasih yang bertanya apakah mantannya masih memikirkan hubungan mereka.
  • Single Than She Was: Menggambarkan ketidakpuasan seseorang dalam hubungan, menciptakan peluang baru untuk cinta.
  • Days That End In Why: Kesedihan dan refleksi setelah perpisahan, berjuang menghadapi kenangan yang menyakitkan.
  • Last Drive Down Main: Perjalanan nostalgia untuk mengingat kembali cinta yang telah berlalu.
  • Me To Me: Mencerminkan rasa kerinduan akan kebebasan dan petualangan dalam hidup.
  • Don't Think Jesus: Menceritakan perjalanan seorang pemuda yang terjebak dalam kesesatan mencari pengampunan.
  • 180 (Lifestyle): Transformasi seorang gadis kota menjadi enjoy kehidupan pedesaan yang lebih autentik.
  • Had It: Menggambarkan penyesalan setelah hubungan yang rusak, menciptakan kompleksitas emosional.
  • Cowgirls (feat. ERNEST): Ketertarikan pria pada sifat liar seorang cowgirl yang menantang konvensi.
  • Good Girl Gone Missin’: Refleksi atas tindakan yang menyebabkan kehilangan seorang wanita baik, menggambarkan siklus kesepian.
  • Outlook: Perjalanan refleksi diri dan perubahan perspektif, menemukan rasa syukur dalam dukungan orang-orang tercinta.
  • Dying Man: Menggambarkan perjalanan seseorang berjuang melawan kebiasaan buruk dan menemukan harapan baru dalam hidup.

Kesimpulan

Dengan menyajikan tema yang beragam mulai dari cinta, kehilangan, hingga perjuangan melawan kecanduan, 'One Thing At A Time' adalah album yang tidak hanya menggugah emosi, tetapi juga menciptakan ruang untuk refleksi diri bagi pendengarnya. Morgan Wallen berhasil mengedepankan kedalaman lirik dan melodi yang kuat, menjadikannya salah satu karya terbaik dalam kariernya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto