Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 13 - Surat Muḥammad (Nabi Muhammad)
محمّد
Ayat 13 / 38 •  Surat 47 / 114 •  Halaman 508 •  Quarter Hizb 51.5 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Madaniyah

وَكَاَيِّنْ مِّنْ قَرْيَةٍ هِيَ اَشَدُّ قُوَّةً مِّنْ قَرْيَتِكَ الَّتِيْٓ اَخْرَجَتْكَۚ اَهْلَكْنٰهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ

Wa ka'ayyim min qaryatin hiya asyaddu quwwatam min qaryatikal-latī akhrajatk(a), ahlaknāhum falā nāṣira lahum.

Betapa banyak negeri yang (penduduknya) lebih kuat daripada (penduduk) negerimu (Nabi Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka. Tidak ada seorang pun yang menjadi penolong mereka.

Makna Surat Muhammad Ayat 13
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan betapa banyak negeri yang penduduknya mendustakan Allah dan rasul-Nya dan mereka lebih kuat dan lebih banyak jumlahnya dari penduduk negerimu yakni penduduk negeri Mekah yang telah mengusirmu itu. Meskipun demikian, Kami telah membinasakan mereka dengan bermacam-macam cara; maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka dari kehancuran.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid, Abū Ya‘lā, Ibnu Abī Ḥātim, dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu ‘Abbās, bahwa tatkala Nabi Muhammad akan meninggalkan Mekah, sebelum hijrah ke Medinah, beliau menoleh ke belakang melihat negeri Mekah dan berkata, “Engkau (Mekah) adalah negeri Allah yang paling aku cintai, dan kalau penduduknya tidak mengusirku, tentu aku tidak akan meninggalkan engkau.” Maka turunlah ayat ini.

Dalam ayat ini, Allah memberikan perbandingan sebagai penghibur hati Nabi Muhammad yang telah digundahkan oleh sikap dan tindakan orang-orang musyrik Mekah. Diterangkan bahwa berapa banyak negeri yang penduduknya lebih kuat badannya, lebih banyak pengetahuannya, lebih mampu membangun negerinya, lebih banyak tentaranya sehingga dapat menaklukkan negeri sekitar mereka dibandingkan dengan orang-orang musyrik Mekah. Semuanya itu telah dihancurkan Allah dengan berbagai macam malapetaka yang menimpa mereka. Dalam menghadapi malapetaka itu, mereka tidak mempunyai seorang penolong pun. Semua kekuatan, kekuasaan, dan tentara yang gagah perkasa tidak ada artinya sedikit pun dalam menghadapi malapetaka itu. Orang-orang musyrik Mekah akan mengalami nasib yang demikian pula seandainya mereka tetap mengingkari seruan Nabi Muhammad. Oleh karena itu, Nabi dihimbau untuk bersabar dan tabah menghadapi sikap dan tindakan mereka dan Allah pasti menolong dan memenangkan hamba-hamba yang taat kepada-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

Dammarallāh دَمَّرَ اللّٰهُ (Muḥammad/47: 10)

Kata dammarallāh merupakan ungkapan yang terdiri dari dua kata, yaitu dammara dan Allāh. Yang pertama, yaitu dammara, merupakan kata kerja dalam bentuk māḍī (lampau) yang artinya menghancurkan. Sedang yang kedua, yaitu Allah, artinya Tuhan satu-satunya yang menjadi tujuan ibadah, pencipta alam, dan pengatur segala makhluk-Nya.

Kata ini merupakan jumlah fi‘liyyah (kalimat verbal), yaitu kalimat yang menunjukkan keaktifan kata kerja. Dengan demikian, Allah merupakan subjek, dan dammara merupakan predikatnya. Sedang yang dihancurkan adalah umat-umat masa lalu yang ingkar kepada seruan rasul. Kaum-kaum yang dihancurkan itu antara lain kaum ‘Ad, Samud, kaum Nuh, kaum Lut, dan lain sebagainya. Penyebutan kata tersebut ditujukan untuk mengingatkan kaum kafir Mekah yang selalu menyaksikan peninggalan umat-umat tersebut. Dengan melihat bekas-bekas mereka, diharapkan orang kafir Mekah dapat menyadari akibat yang akan diterima bila mereka mendustakan rasul yang diutus kepada mereka. Selanjutnya dengan memahaminya, mereka diharapkan akan dapat menyadari kekeliruan itu dan mau mengikuti petunjuk yang dibawa Rasulullah saw.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto