Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 35 - Surat Muḥammad (Nabi Muhammad)
محمّد
Ayat 35 / 38 •  Surat 47 / 114 •  Halaman 510 •  Quarter Hizb 51.75 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Madaniyah

فَلَا تَهِنُوْا وَتَدْعُوْٓا اِلَى السَّلْمِۖ وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَۗ وَاللّٰهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَّتِرَكُمْ اَعْمَالَكُمْ

Falā tahinū wa tad‘ū ilas-salm(i), wa antumul-a‘laun(a), wallāhu ma‘akum wa lay yatirakum a‘mālakum.

Maka, janganlah kamu lemah dan mengajak berdamai (saat bertemu dengan musuhmu), padahal kamulah yang paling unggul. Allah besertamu dan tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu.

Makna Surat Muhammad Ayat 35
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka janganlah kamu lemah dan takut bertempur melawan orang musyrik dan mengajak damai untuk mencari dalih menghindari pepe-rangan karena kamulah yang lebih unggul yakni lebih mulia dari mereka karena kebenaran yang kamu miliki dan kamu perjuangkan, dan Allah pun bersama kamu. Dia yang akan membela dan memenangkan kamu dan Dia tidak akan berbuat aniaya kepadamu dengan mengurangi pahala segala amalmu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah meminta orang-orang yang beriman, bila perintah melaksanakan jihad sudah dikeluarkan dan mereka mengetahui bahwa Allah pasti menolong orang-orang yang beriman, mereka harus merasa kuat, tidak patah semangat, dan sekali-kali tidak mengajak musuh untuk berdamai. Mereka adalah orang-orang yang percaya bahwa umat Islam yang akan memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah. Allah tetap bersama mereka dan tidak akan mengurangi pahala mereka sedikit pun. Allah tidak akan bersama orang kafir, apalagi menolong mereka, karena mereka sebenarnya adalah makhluk Allah yang merendahkan derajatnya sendiri.

Isi Kandungan Kosakata

1. Syāqqū شَاقُّوْا (Muḥammad/47: 32).

Kata syāqqa terambil dari kata syaqqa-yasyuqqu-syaqqan yang berarti membelah. Kalimat syaqqa an-nabātu berarti tumbuhan itu tumbuh. Disebut demikian karena ia membelah tanah lalu keluar. Kata syaqqa fulān al-arḍa berarti fulan membajak tanah. Darinya terambil kata isysyaqqaqa-yasysyaqqaqu yang berarti “retak-retak”, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya.” (al-Baqarah/2: 74) Kata syaqqa juga berarti berat. Kalimat syaqqa al-amr berarti “perkara itu berat”. Kata syuqqah berarti perjalanan yang berat. Dari kata inilah terbentuk kata syāqqa-yasyaqqu-syiqāqan yang digunakan dalam ayat yang sedang ditafsirkan ini, mengikuti pola fa‘ala, yang berarti menentang. Beberapa kali Al-Qur’an menggunakan kata jadiannya, syiqāq. Di antaranya adalah: “Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan.” (an-Nisā’/4: 35)

2. Ṣaddū صَدُّوْا (Muhammad/47: 34).

Berasal dari kata ṣadd yang berarti berpaling dan mencegah atau berpaling dari sesuatu dan mencegahnya. Ayat ini memperingatkan orang-orang yang beriman agar tidak mencontoh orang-orang kafir dan munafik yang selalu mencegah dirinya dan orang lain berbuat kebajikan. Oleh sebab itu, perbuatan mereka akan dibatalkan Allah. Pada ayat ini, Allah juga menegaskan kembali nasib orang-orang kafir dan munafik, bahwa Ia tidak akan mengampuni mereka di akhirat selama mereka tidak mengubah kekafiran dan kemusyrikan mereka di dunia.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto