Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 25 - Surat Qāf (Qaf)
قۤ
Ayat 25 / 45 •  Surat 50 / 114 •  Halaman 519 •  Quarter Hizb 52.5 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

مَنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُّرِيْبٍۙ

Mannā‘il lil-khairi mu‘tadim murīb(in).

sangat enggan melakukan kebajikan, melampaui batas, bersikap ragu-ragu,

Makna Surat Qaf Ayat 25
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

yang sangat enggan melakukan kebajikan dan menghalangi orang-orang yang melakukan kebajikan, melampaui batas dengan melakukan kezaliman dan bersikap ragu-ragu tentang adanya Allah dan kebenaran agama-Nya atau menanamkan keraguan di hati orang lain,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah berfirman kepada dua malaikat yang menggiring dan menyaksikan, “Agar mereka berdua melemparkan ke dalam neraka semua orang kafir yang sangat ingkar dan keras kepala, yaitu orang-orang yang sangat menghalangi kebajikan, menolak kewajiban-kewajiban yang diserahkan kepada mereka, yang melanggar batas-batas norma pergaulan dengan melakukan kezaliman, dan penuh dengan keraguan tentang adanya Allah dan kebenaran agamanya. Mereka yang mempersekutukan Allah dengan menyembah selain Allah, dilemparkan ke dalam api neraka yang azabnya pedih sekali.

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Atīd عَتِيْدٌ (Qāf/50: 23)

Berasal dari kata ‘itad, yang bermakna menyimpan atau menyediakan sesuatu sebelum sesuatu itu dibutuhkan sebagai persiapan. Al-‘atīd bermak-na menyiapkan atau yang disiapkan seperti pada ayat ini. Ada ulama yang berpendapat bahwa Raqib dan ‘Atid adalah pengawas yang selalu hadir bagi manusia. Ada juga ulama yang memahami ‘Atid sebagai nama malaikat yang mencatat perbuatan buruk manusia, sedangkan Raqib adalah malaikat yang mencatat perbuatan baik manusia. Kedua makna ini bisa digabung sehingga berfungsi sebagai dua malaikat pengawas yang selalu hadir bersama manusia.

2. Al-‘Anīd العَنِيْد (Qāf/50: 24)

Al-‘Anīd artinya orang yang mengagumi dirinya atau sombong dan orang yang selalu menentang kebenaran dan keras kepala. Sifat orang kafir yang di-gambarkan sebagai keras kepala merupakan dampak buruk dari kekafiran. Penolakan terhadap kebenaran yang ada di hadapannya menjadikan mereka bersifat keras kepala. Sifat keras kepala menyebabkan ia enggan me-lakukan kebajikan, sehingga akhirnya ia menjadi orang yang aniaya terha-dap orang lain dengan mencegah mereka melakukan kebajikan dan aniaya terhadap dirinya sendiri dengan kekafirannya kepada Allah dan rasul-Nya.

3. Murīb مُرِيْبٍ (Qāf/50: 25)

Asal katanya adalah ar-raib, artinya menyangka sesuatu dengan sesuatu hal yang lain atau meragukan sesuatu. Ayat ini menjelaskan sikap orang-orang kafir yang telah dijelaskan pada ayat sebelumnya (Qāf/50: 24) bahwa mereka bersikap keras kepala dan aniaya terhadap orang lain dengan cara menghalangi manusia menerima kebenaran dan berbuat kebajikan dengan jalan menanamkan keraguan pada hati mereka. Orang-orang yang bersikap seperti ini akan diazab Allah di akhirat dan dimasukkan ke api neraka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto