Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 20 - Surat Qāf (Qaf)
قۤ
Ayat 20 / 45 •  Surat 50 / 114 •  Halaman 519 •  Quarter Hizb 52.5 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِۗ ذٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيْدِ

Wa nufikha fiṣ-ṣūr(i), żālika yaumul-wa‘īd(i).

Ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang diancamkan.

Makna Surat Qaf Ayat 20
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan ditiuplah sangkakala, pada hari Kiamat Itulah hari yang diancamkan, hari kebangkitan manusia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dan ditiupkan sangkakala dengan tiupan yang kedua kalinya. Pertama tiupan hancurnya dunia, kedua tiupan kebangkitan. Selanjutnya tibalah hari Kiamat yang mengandung banyak azab bagi orang-orang kafir. Rasulullah saw bersabda:

كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ وَحَنَى جَبْهَتَهُ يَنْتَظِرُ مَتَى يُؤْمَرُ أَنْ يَنْفُخَ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ مَاذَا نَقُوْلُ؟ قَالَ: قُوْلُوْا: حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ. (رواه ابن حبان)

Bagaimana aku akan bersenang-senang padahal malaikat pemilik atau peniup sangkakala sudah meletakkan sangkakala di mulutnya, dan menundukkan dahinya menunggu perintah untuk meniup. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang harus kami baca (menghadapi peristiwa yang dahsyat itu)?” Beliau bersabda, “Bacalah: Ḥasbunallāhu wa ni‘mal-wakīl.” (Riwayat Ibnu Ḥibbān)

Isi Kandungan Kosakata

Ḥablul Warīd حَبْلُ الْوَرِيْد (Qāf/50: 16)

Al-Ḥablu adalah apa saja yang menyambungkan sesuatu dengan yang lainnya. Sedangkan al-warīd berarti urat leher atau pembuluh darah. Kata ḥablul warīd menggambarkan sesuatu yang sangat penting yang ada di tubuh manusia, yaitu pembuluh darah yang mungkin tidak bisa dirasakan keha-dirannya karena tidak terlihat oleh manusia itu sendiri meskipun pembuluh darah itu dekat sekali dengan manusia, bahkan menyatu dengan tubuhnya. Demikian juga dengan kedekatan Allah dan kehadiran-Nya melalui penge-tahuan-Nya di mana manusia tidak merasakannya. Kata ḥablul warīd di ayat ini merupakan suatu kiasan tentang pengetahuan Allah yang melingkupi manusia sampai pada hal-hal yang tersembunyi sekalipun seperti pembuluh darah. Pengetahuan Allah kepada makhluk-Nya meliputi segalanya yang ada pada manusia itu, bahkan sampai bisikan hatinya dan memori yang berada dalam ambang sadarnya. Quraish Shihab menyatakan bahwa kiasan di atas tidak dipahami bahwa Allah menyatu dengan diri manusia, tetapi kede-katan yang dimaksud adalah kedekatan ilmu-Nya. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa kedekatan itu dalam bentuk kekuasaan-Nya. Kalau pembuluh darah manusia yang menyalurkan darah yang sangat penting ke seluruh tubuh manusia itu sangat besar perannya bagi kehidupan manusia, maka kuasa Allah jauh lebih besar dari pembuluh darah itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto