Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 34 - Surat Qāf (Qaf)
قۤ
Ayat 34 / 45 •  Surat 50 / 114 •  Halaman 519 •  Quarter Hizb 52.75 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

ۨادْخُلُوْهَا بِسَلٰمٍ ۗذٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُوْدِ

Udkhulūhā bisalām(in), żālika yaumul-khulūd(i).

Masuklah ke (dalam surga) dengan aman dan damai. Itulah hari yang abadi.”

Makna Surat Qaf Ayat 34
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sebagai penghormatan kepada mereka, para malaikat berkata, “Masuklah ke dalam surga dengan aman, tanpa dihalangi, dan damai, penuh ketenteraman. Maka bergembiralah dan bersenang-senanglah kalian semua. Itulah hari yang abadi, tidak ada kematian dan kesulitan sesudah itu.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Para malaikat berkata kepada mereka dengan penuh penghormatan bahwa mereka dipersilakan masuk ke dalam surga itu dengan aman dan sentosa. Ayat ini menjelaskan kepada orang-orang yang dipersilakan memasuki surga itu bahwa hari tersebut adalah kekal abadi, itulah tempat kediaman yang langgeng. Mereka tidak akan mati atau pindah dari surga.

Isi Kandungan Kosakata

1. Wa Uzlifat وَأُزْلِفَتْ (Qāf/50: 31)

Kata uzlifat adalah fi‘il māḍī (kata kerja lampau) yang mengikuti pola majhūl (pasif). Pola aktifnya adalah azlafa-yuzlifu. Kata azlafa terbentuk dari kata zalafa yang berarti maju dan mendekat. Lalu kata ini ditambah hamzah qaṭ‘i di awal menjadi azlafa. Penambahan ini mengubahnya dari intransitif menjadi transitif (membutuhkan objek), dan artinya adalah mendekatkan. Darinya diambil kata zulfah yang berarti kedudukan. Darinya diambil kata zulafan yang berarti bagian permulaan, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam.” (Hūd/11: 114) Maksud kata uzlifat di sini adalah didekatkan.

2. Bi-qalbin Munībin بِقَلْبٍ مُنِيْبٍ (Qāf/50: 33)

Kata qalb berarti hati, sedangkan kata munīb adalah isim fā‘il dari kata anāba-yunību-inābatan. Kata dasarnya adalah nāba-yanūbu-nauban yang memiliki beberapa akar makna, yaitu turun atau terjadi, kembali, dan menggantikan. Kata naibah berarti berbagai kebutuhan dan kejadian yang terjadi pada manusia. Hujan yang lebat disebut al-munīb. Lebah juga disebut an-nūbu karena ia selalu kembali ke sarangnya. Kalimat nābanī fulān berarti fulan menggantikan kedudukanku. Dan yang menjadi akar makna dari kata munīb di sini adalah kembali. Di dalam Al-Qur’an kata anāba dengan berbagai bentuk derivasinya disebut sebanyak delapan belas kali, dan keseluruhannya bermakna ‘kembali kepada Allah dengan bertobat’.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto