Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 30 - Surat Qāf (Qaf)
قۤ
Ayat 30 / 45 •  Surat 50 / 114 •  Halaman 519 •  Quarter Hizb 52.75 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

يَوْمَ نَقُوْلُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَـْٔتِ وَتَقُوْلُ هَلْ مِنْ مَّزِيْدٍ

Yauma naqūlu lijahannama halimtala'ti wa taqūlu hal mim mazīd(in).

(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami bertanya kepada (neraka) Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?” Ia menjawab, “Adakah tambahan lagi?”

Makna Surat Qaf Ayat 30
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ingatlah pada hari ketika orang kafir ditetapkan masuk neraka, Kami, Allah dan para malaikat-Nya bertanya kepada Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh oleh para pendurhaka?” Ia menjawab, “Masih adakah tambahan?” Ayat ini menunjukkan betapa luas dan dalamnya neraka Jahanam. Jin dan manusia dilemparkan ke dalamnya sehingga penuh sesak.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Nabi Muhammad diperintahkan Allah untuk memberi peringatan kepada kaumnya pada hari Allah akan berfirman kepada neraka Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?” Neraka Jahanam menjawab bahwa ia belum penuh dan boleh ditambah lagi.

Ayat 30 ini menunjukkan betapa luas dan dalamnya neraka Jahanam. Jin dan manusia dilemparkan ke dalamnya sekelompok demi sekelompok sehingga penuh sesak.

Percakapan dan tanya jawab ini dikemukakan secara tamsil agar lebih mudah ditanggapi dan agar lebih jelas gambaran peristiwanya.

Ibnu ‘Abbās dalam menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa Allah telah bersumpah dalam ayat:

لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ اَجْمَعِيْنَ

Se sungguhnya barang siapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua. (al-A‘rāf/7: 18)

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Atīd عَتِيْدٌ (Qāf/50: 23)

Berasal dari kata ‘itad, yang bermakna menyimpan atau menyediakan sesuatu sebelum sesuatu itu dibutuhkan sebagai persiapan. Al-‘atīd bermak-na menyiapkan atau yang disiapkan seperti pada ayat ini. Ada ulama yang berpendapat bahwa Raqib dan ‘Atid adalah pengawas yang selalu hadir bagi manusia. Ada juga ulama yang memahami ‘Atid sebagai nama malaikat yang mencatat perbuatan buruk manusia, sedangkan Raqib adalah malaikat yang mencatat perbuatan baik manusia. Kedua makna ini bisa digabung sehingga berfungsi sebagai dua malaikat pengawas yang selalu hadir bersama manusia.

2. Al-‘Anīd العَنِيْد (Qāf/50: 24)

Al-‘Anīd artinya orang yang mengagumi dirinya atau sombong dan orang yang selalu menentang kebenaran dan keras kepala. Sifat orang kafir yang di-gambarkan sebagai keras kepala merupakan dampak buruk dari kekafiran. Penolakan terhadap kebenaran yang ada di hadapannya menjadikan mereka bersifat keras kepala. Sifat keras kepala menyebabkan ia enggan me-lakukan kebajikan, sehingga akhirnya ia menjadi orang yang aniaya terha-dap orang lain dengan mencegah mereka melakukan kebajikan dan aniaya terhadap dirinya sendiri dengan kekafirannya kepada Allah dan rasul-Nya.

3. Murīb مُرِيْبٍ (Qāf/50: 25)

Asal katanya adalah ar-raib, artinya menyangka sesuatu dengan sesuatu hal yang lain atau meragukan sesuatu. Ayat ini menjelaskan sikap orang-orang kafir yang telah dijelaskan pada ayat sebelumnya (Qāf/50: 24) bahwa mereka bersikap keras kepala dan aniaya terhadap orang lain dengan cara menghalangi manusia menerima kebenaran dan berbuat kebajikan dengan jalan menanamkan keraguan pada hati mereka. Orang-orang yang bersikap seperti ini akan diazab Allah di akhirat dan dimasukkan ke api neraka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto