Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Long Nights, Slow Mornings
Pop, R&b, Singer-songwriter
2022 • 3:26 • Track 6/11
Raisa
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Lagu ini menggambarkan perasaan perpisahan yang penuh kerinduan dan kesedihan. Dalam liriknya, penulis mencurahkan emosinya tentang siklus mengucapkan selamat tinggal dan bertemu kembali, merenungkan kenangan yang indah serta janji yang terucap. Suasana melankolis ini menciptakan kedalaman dalam hubungan yang rumit, menyoroti betapa sulitnya melepas seseorang yang dicintai.
Makna Lirik
We only said goodbye
A million times before
Would it make a difference
To say it once more?

Lirik ini menggambarkan rasa sakit yang muncul dari perpisahan yang berulang. Meski kata '... tampilkan semua

We only say hello
To fall painfully back in love
It's what you think it's best
To never say hello again

Di sini, lirik menyiratkan bahwa menyapa kembali mungkin membawa pada rasa sakit yang lebi... tampilkan semua

But what about the long nights?
What about our slow mornings?
What about the promises?
And what about the memories?

Lirik ini mengekspresikan kerinduan akan momen-momen intim dalam hubungan yang telah berla... tampilkan semua

And now I say goodbye
For the last time before the next
You hold me closer
Found you'd never let me go

Lirik ini menggambarkan perpisahan yang terasa final, meskipun ada harapan untuk sebuah pe... tampilkan semua

So is it really goodbye?
My tears, they fall so easily
With every minute of silence
Cuts deeper than words ever could

Dalam lirik ini, terdapat keraguan menyelubungi kata 'selamat tinggal'. Air mata yang muda... tampilkan semua

You just close your eyes and I'll be on my way
Craving you, missing you
Then why ever say?

Lirik ini menggambarkan perpisahan yang samar-samar, di mana pengucapan kata-kata menjadi ... tampilkan semua

Review Lagu
Lagu "Long Nights, Slow Mornings" yang dinyanyikan oleh Raisa menyajikan perasaan bilangan emosi yang mendalam dan kerumitan hubungan yang telah lama terjalin. Dari lirik yang disajikan, kita bisa merasakan ketegangan antara perpisahan dan kerinduan yang tak kunjung padam. Lagu ini memberikan pandangan yang jujur tentang bagaimana cinta bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang kesakitan dan kerinduan yang menyertainya.

Perpisahan yang Menyakitkan

Di awal lagu, terungkap perasaan bahwa perpisahan sudah menjadi hal yang biasa, "We only said goodbye A million times before." Kalimat ini mencerminkan siklus hubungan yang tidak berkesudahan, di mana perpisahan menjadi sesuatu yang rutin meskipun sangat menyakitkan. Penekanan pada "Would it make a difference To say it once more?" menunjukkan bahwa pengucapan perpisahan seakan kehilangan maknanya, menyoroti betapa rumitnya perasaan yang terlibat dalam melepaskan seseorang yang kita cintai.

Kembali ke Cinta yang Menyakitkan

Selanjutnya, lirik melanjutkan dengan "We only say hello To fall painfully back in love," mengisyaratkan bahwa meskipun ada rasa sakit, ada juga keinginan untuk kembali. Frasa ini berbicara tentang bagaimana membuka lembaran baru sering kali disertai dengan risiko kehilangan di masa lalu. Kita terjebak dalam pola yang sulit diubah, di mana perasaan cinta dan kerinduan selalu mengintai, meskipun kita tahu bahwa itu tidak selalu membawa kebahagiaan.

Momen yang Tak Terlupakan

Rasa nostalgia sangat kuat dalam bait-bait berikutnya, "What about the long nights? What about our slow mornings?" Poin ini mengajak pendengar untuk merenungkan momen-momen berharga dalam hubungan, seperti kebersamaan yang intim di malam hari dan pagi yang dihabiskan perlahan bersama orang yang kita cintai. Mengingat kembali janji-janji dan kenangan yang dibangun bersama menciptakan perasaan kerinduan yang mendalam, dan menjadi pengingat akan cinta yang tulus.

Keraguan di Ambang Perpisahan

Ketika sampai pada "So is it really goodbye?" lirik ini mengekspresikan keraguan dan kesedihan. Air mata yang mudah jatuh menggambarkan betapa sulitnya melepaskan. "Cuts deeper than words ever could" menunjukkan bahwa terkadang kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan sakitnya kehilangan. Ini menciptakan gambaran emotif yang sangat kuat, di mana kehilangan yang dialami lebih dalam dibandingkan dengan sekadar terucapnya kata-kata perpisahan.

Pentingnya Keberadaan Meskipun Jarak

Pada akhir lirik, kita mendengar harapan dan kerinduan yang mendalam, meskipun harus berpisah. Kalimat "Craving you, missing you Then why ever say?" mengangkat pertanyaan yang menyentuh. Mengapa kita harus mengucapkan selamat tinggal jika perasaan kita tetap ada? Ini adalah cerminan dari dilema yang dihadapi dalam hubungan, di mana cinta tidak selalu sejalan dengan kesepakatan untuk berpisah.

Kesimpulan

"Long Nights, Slow Mornings" adalah sebuah refleksi mendalam tentang cinta yang kompleks, diwarnai dengan rasa sakit, kerinduan, dan kenangan yang tak terlupakan. Melalui liriknya, Raisa berhasil menangkap esensi dari perasaan tersebut, membuat pendengar merasakan setiap emosi yang tertuang. Lagu ini bukan hanya sekadar sebuah kisah tentang cinta, tapi juga berfungsi sebagai pengingat bahwa meski ada perpisahan, kenangan manis dari cinta yang pernah ada akan selalu tersimpan dalam hati.
Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto