Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 48 - Surat Saba' (Saba')
سبأ
Ayat 48 / 54 •  Surat 34 / 114 •  Halaman 433 •  Quarter Hizb 44.25 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَقْذِفُ بِالْحَقِّۚ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ

Qul inna rabbī yaqżifu bil-ḥaqq(i), ‘allāmul-guyūb(i).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku melempar (kebatilan) dengan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib.”

Makna Surat Saba' Ayat 48
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran untuk menghapuskan kebatilan, sehingga kebatilan pasti akan musnah. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib; tidak ada yang tersembunyi bagi Allah.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya Nabi Muhammad diminta oleh Allah menegaskan kepada kaum kafir bahwa Allah selalu melontarkan kebenaran, yaitu menanamkan wahyu-Nya, ke dalam hati para rasul-Nya. Hal itu juga sebagaimana difirmankan-Nya dalam ayat lain:

رَفِيْعُ الدَّرَجٰتِ ذُو الْعَرْشِۚ يُلْقِى الرُّوْحَ مِنْ اَمْرِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِۙ ١٥ (غافر)

(Dialah) Yang Mahatinggi derajat-Nya, yang memiliki ’Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat). (al-Mu’min/40: 15)

Rasul-rasul itu adalah orang-orang yang dipilih Allah. Ia Maha Mengetahui siapa yang pantas untuk dipilih-Nya. Dengan demikian, manusia tidak berwenang mempersoalkannya, sebagaimana difirmankan-Nya:

وَاِذ َا جَاۤءَتْهُمْ اٰيَةٌ قَالُوْا لَنْ نُّؤْمِنَ حَتّٰى نُؤْتٰى مِثْلَ مَآ اُوْتِيَ رُسُلُ اللّٰهِ ۘ اَللّٰهُ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسٰلَتَهٗۗ سَيُصِيْبُ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا صَغَارٌ عِنْدَ اللّٰهِ وَعَذَابٌ شَدِيْدٌۢ بِمَا كَانُوْا يَمْكُرُوْنَ ١٢٤ (الانعام)

Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan. (al-An‘ām/6: 124)

Karena wahyu itu dari Allah dan yang menerimanya adalah orang-orang yang terpilih, maka rasul-rasul itu pasti pula benar. Begitu juga ajaran-ajaran yang disampaikannya, sehingga manusia tidak selayaknya membantahnya.

Isi Kandungan Kosakata

Yaqżifu يَقْذِفُ (Saba’/34: 48)

Kata yaqżifu berasal dari kata qażafa yaqżifu qażfan yang arti asalnya adalah melempar. Biasanya digunakan untuk melempar sesuatu yang ada dalam genggaman tangan. At-Taqāżuf artinya saling melempar, al-qażżaf adalah ketapel, alat untuk melempar. Muqażżaf adalah sebutan untuk orang yang gemuk, seakan-akan ia telah dilempar oleh daging. Miqżaf diartikan dengan perahu atau kapal. Dari arti asalnya kemudian kata qażafa diartikan dengan menuduh seseorang seakan-akan dia melemparkan sesuatu kepada orang itu. Dalam fikih Islam, orang yang menuduh seseorang melakukan perzinaan tanpa bisa mendatangkan 4 orang saksi, maka ia telah melakukan qażf (tuduhan palsu). Qażaf juga berarti mencaci dan mencela.

Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Muhammad saw supaya ia mengatakan kepada orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, serta tidak mempercayai rasul-rasul dan hari Kiamat bahwa sesungguhnya Allah mewahyukan kebenaran dan petunjuk ke dalam hati orang-orang yang dipilihnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto