Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 49 - Surat Saba' (Saba')
سبأ
Ayat 49 / 54 •  Surat 34 / 114 •  Halaman 434 •  Quarter Hizb 44.25 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

قُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيْدُ

Qul jā'al-ḥaqqu wa mā yubdi'ul-bāṭilu wa mā yu‘īd(u).

Katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi.”629)

Makna Surat Saba' Ayat 49
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Katakanlah, “Kebenaran, yakni Islam, telah datang dan yang batil itu, yakni kekufuran yang selama ini kamu pertahankan, pasti akan sirna. Seiring kedatangan Islam, kemusyrikan tidak akan memulai, dalam arti tidak akan tampil dalam bentuk yang baru, dan tidak pula akan mengulangi kembali dalam bentuk yang lama.” Kebenaran pasti akan menang dan kebatilan pasti akan musnah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah selanjutnya meminta Nabi Muhammad menegaskan kepada kaum kafir itu bahwa kebenaran telah datang dan kebatilan tidak akan kembali. Maksud kebenaran di sini adalah Islam, sedangkan kebatilan adalah kekafiran.

Kebenaran apabila sudah datang maka kebatilan itu akan dihancurkannya sampai lumat, sebagaimana firman Allah:

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌۗ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُوْنَ ١٨ (الانبياۤء)

Sebena rnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya) (al-Anbiyā’/21: 18)

Dengan demikian kebatilan akan sirna bila datang kebenaran, dan kebenaran itu akan menang Firman Allah:

وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا ٨١ (الاسراۤء)

Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (al-Isrā’/17: 81)

Kemenangan kebenaran akan membuat kebatilan tidak akan muncul lagi, baik dalam bentuk baru atau bentuk semula. Kembali dalam bentuk baru yaitu matinya kebatilan yang lama digantikan kebatilan lainnya. Kembali dalam bentuk semula, yaitu hidupnya kembali kebatilan yang sudah mati itu. Contoh kemenangan kebenaran itu adalah penguasaan kota Mekah dimana Nabi Muhammad memasuki Masjidil Haram dan menghancurleburkan berhala-berhala yang ditempatkan kaum kafir Mekah di sekeliling dan di dalam Ka‘bah. Sebuah hadis menginformasikan hal itu:

اِنَّهُ لَمَّا دَخَلَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلْمَسْجِدَ الْحَرَامَ يَوْمَ الْفَتْحِ وَوَجَدَ الْاَصْنَامَ مَنْصُوْبَةً حَوْلَ الْكَعْبَةِ جَعَلَ يَطْعَنُ الصَّنَمَ مِنْهَا بِسِيَةِ قَوْسِهِ وَيَقْرَأُ: وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا. وَيَقْرَأُ الْآيَةَ التَّالِيَةَ: قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ اْلبَاطِلُ وَمَا يُعِيْدُ. (رواه البخاري ومسلم)

Ketika Rasulullah memasuki Masjidil Haram pada hari penaklukan Mekah dan menemukan banyak berhala terpancang di sekeliling Ka‘bah, beliau menusuk satu berhala di antara berhala-berhala itu dengan ujung panahnya dan membaca, “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap, sesungguhnya yang batil itu sesuatu yang pasti lenyap,” dan seterusnya membaca ayat 49 ini. (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim)

Setelah pengislaman kota Mekah, suku-suku di seluruh Jazirah Arab menyatakan keislaman mereka satu demi satu. Kemudian Islam terus berkembang ke seluruh dunia, dan akan terus berjaya sampai hari Kiamat. Dengan demikian, kemenangan kebenaran dan kehancuran kebatilan hanya terwujud dengan perjuangan, sebagaimana Nabi Muhammad, para sahabat, dan para pemimpin sesudah mereka berjuang. Di akhirat nanti, Islam itu pasti benar dan kekafiran itu pasti salah.

Isi Kandungan Kosakata

Yaqżifu يَقْذِفُ (Saba’/34: 48)

Kata yaqżifu berasal dari kata qażafa yaqżifu qażfan yang arti asalnya adalah melempar. Biasanya digunakan untuk melempar sesuatu yang ada dalam genggaman tangan. At-Taqāżuf artinya saling melempar, al-qażżaf adalah ketapel, alat untuk melempar. Muqażżaf adalah sebutan untuk orang yang gemuk, seakan-akan ia telah dilempar oleh daging. Miqżaf diartikan dengan perahu atau kapal. Dari arti asalnya kemudian kata qażafa diartikan dengan menuduh seseorang seakan-akan dia melemparkan sesuatu kepada orang itu. Dalam fikih Islam, orang yang menuduh seseorang melakukan perzinaan tanpa bisa mendatangkan 4 orang saksi, maka ia telah melakukan qażf (tuduhan palsu). Qażaf juga berarti mencaci dan mencela.

Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Muhammad saw supaya ia mengatakan kepada orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, serta tidak mempercayai rasul-rasul dan hari Kiamat bahwa sesungguhnya Allah mewahyukan kebenaran dan petunjuk ke dalam hati orang-orang yang dipilihnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto