Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 53 - Surat Saba' (Saba')
سبأ
Ayat 53 / 54 •  Surat 34 / 114 •  Halaman 434 •  Quarter Hizb 44.25 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَقَدْ كَفَرُوْا بِهٖ مِنْ قَبْلُۚ وَيَقْذِفُوْنَ بِالْغَيْبِ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍۚ

Wa qad kafarū bihī min qabl(u), wa yaqżifūna bil-gaibi mim makānim ba‘īd(in).

Sungguh, mereka telah kufur terhadap kebenaran sebelum itu (ketika di dunia) dan melontarkan (keraguan) tentang yang gaib dari tempat yang jauh.

Makna Surat Saba' Ayat 53
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sungguh, mereka telah mengingkari Allah sebelum itu, yakni ketika mereka hidup di dunia; dan mereka mendustakan tentang yang gaib dari tempat yang jauh dengan tanpa dasar yang benar.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dijelaskan lebih lanjut bahwa mereka tidak mungkin lagi mencari keselamatan di tempat yang jauh itu karena semasa hidup di dunia mereka ingkar sekali. Mereka tidak mau mengimani Allah, para rasul-Nya, Al-Qur’an, dan hari kemudian. Sebab mereka tidak mau beriman adalah karena mereka melontarkan dugaan-dugaan yang tidak beralasan sama sekali. Mereka menyangka yang lain dari Allah sebagai Tuhan, menuduh Nabi Muhammad saw. penyair, dukun, penyihir, gila, dan sebagainya, menyatakan Al-Qur’an dongeng, mimpi, atau sihir, dan menyangka bohong adanya hari kemudian beserta surga dan neraka. Semua itu mereka nyatakan tanpa dasar pengetahuan, tetapi hanya berdasarkan dugaan. Dugaan itu diibaratkan orang yang melempar sesuatu yang tidak jelas secara serampangan dari tempat yang jauh. Ia tidak tahu apakah lemparan itu mengenai sasaran atau tidak. Dalam al-Kahf/18: 22 tindakan itu dilukiskan dengan ungkapan: rajman bil-gaib, yaitu membidik sesuatu yang tidak jelas secara serampangan atau menerka-nerka sesuatu tanpa dasar sama sekali.

Isi Kandungan Kosakata

At-Tanāwusy اَلتَّنَاوُشُ (Saba’/34: 52)

Kata ini terambil dari kata kerja nāsya-yanūsyu yang artinya menerima, mencari, mengambil sesuatu dengan mudah dan ringan. Kata ini pada mulanya digunakan untuk melukiskan keadaan unta yang minum air dari sebuah telaga dengan cepat. Sebagian ulama membacanya dengan at-tanā'usy, dengan mengganti huruf waw dengan hamzah, yang tujuannya untuk mempermudah mengucapkannya. Sebagian lagi menilai bahwa kata tersebut terambil dari kata na'sya yang artinya adalah terlambat melakukan sesuatu atau mengharapkan sesuatu yang telah berlalu masanya.

Sesuatu yang diambil dengan mudah biasanya merupakan hal yang ringan dan berada di dekat pelakunya. Keimanan dan keberagamaan adalah sesuatu yang tidak berat. Tuntunan Ilahi juga selalu sejalan dengan jati diri manusia, sehingga terasa dekat dengan manusia dan mudah pula diambilnya. Itu semua akan mudah dilaksanakan ketika di dunia. Setelah kematian, maka semua yang mudah itu akan menjadi sulit, karena waktunya telah berlalu. Demikianlah keimanan yang mereka ucapkan setelah kematian itu, yang merupakan keimanan yang telah terlambat dan tidak ada manfaatnya lagi. Padahal, sebelum kematian keimanan itu merupakan sesuatu yang sangat mudah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto