Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 41 - Surat Saba' (Saba')
سبأ
Ayat 41 / 54 •  Surat 34 / 114 •  Halaman 433 •  Quarter Hizb 44 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

قَالُوْا سُبْحٰنَكَ اَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُوْنِهِمْ ۚبَلْ كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ الْجِنَّ اَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُّؤْمِنُوْنَ

Qālū subḥānaka anta waliyyunā min dūnihim, bal kānū ya‘budūnal-jinna akṡaruhum bihim mu'minūn(a).

Malaikat menjawab, “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Sebenarnya, mereka selalu menyembah jin (dan) kebanyakan mereka beriman kepadanya.”

Makna Surat Saba' Ayat 41
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Para malaikat itu menjawab, “Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung dan sembahan kami, bukan mereka. Kami terbebas dari apa yang mereka kerjakan, bahkan mereka telah menyembah jin yang durhaka, yaitu setan, dan kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.” Hal ini terbukti dengan banyaknya orang yang durhaka kepada Allah akibat tergoda rayuan setan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Para malaikat itu menjawab bahwa mereka tidak pernah meminta demikian, bahkan mereka menyucikan Allah dari adanya sembahan-sembahan selain-Nya. Mereka sendiri mempertuhankan Allah dan memohon perlindungan dari-Nya, sehingga bagaimana mungkin mereka meminta manusia untuk menyembahnya. Mereka menjelaskan bahwa yang selalu menyesatkan manusia adalah jin atau setan. Dengan demikian, manusia sesungguhnya keliru ketika menyangka bahwa mereka menyembah malaikat, karena yang mereka sembah adalah jin atau setan. Sebagian besar manusia yang menyembah jin atau setan itu benar-benar percaya bahwa jin atau setan itulah yang menentukan kehidupan manusia sehingga memper-tuhankannya.

Di dalam ayat lain diterangkan bahwa di antara yang ditanya Allah apakah ia pernah meminta manusia untuk menyembahnya adalah Nabi Isa a.s. Beliau pun mengingkarinya seraya menegaskan bahwa ia justru meminta mereka untuk menyembah Allah, sebagaimana diungkapkan ayat berikut:

وَاِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَاَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُوْنِيْ وَاُمِّيَ اِلٰهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗقَالَ سُبْحٰنَكَ مَا يَكُوْنُ لِيْٓ اَنْ اَقُوْلَ مَا لَيْسَ لِيْ بِحَقٍّ ۗاِنْ كُنْتُ قُلْتُهٗ فَقَدْ عَلِمْتَهٗ ۗتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ وَلَآ اَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِكَ ۗاِنَّكَ اَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ ١١٦ مَا قُلْتُ لَهُمْ اِلَّا مَآ اَمَرْتَنِيْ بِهٖٓ اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ ۚوَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا مَّا دُمْتُ فِيْهِمْ ۚ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي ْ كُنْتَ اَنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيْهِمْ ۗوَاَنْتَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ ١١٧ (الماۤئدة)

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?” (Isa) menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu,” dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (al-Mā’idah/5: 116-117)

Isi Kandungan Kosakata

Yaḥsyuruhum يَحْشُرُهُمْ (Saba’/ : 40)

Kata yaḥsyuruhum merupakan bentuk fi‘il muḍāri‘ yang terambil dari akar kata ḥasyara yaḥsyuru ḥasyran yang berarti mengumpulkan atau menghimpun. Sebuah perkumpulan disebut maḥsyar. Hari Kiamat disebut juga dengan yaum al-maḥsyar karena pada hari itu semua manusia dikumpulkan di suatu tempat yang juga disebut Padang Mahsyar. Nabi Muhammad dinamai dengan al-ḥāsyir karena beliau telah menghimpun manusia. Al-Ḥasyar juga berarti kematian (ṡumma ilā rabbihim yuḥsyarūn). Al-Ḥasyarah adalah hewan serangga, bentuk jamaknya al-ḥasyarāt. Ḥasyar juga mengandung arti pengusiran dari satu tempat secara berkelompok.

Yaḥsyuruhum dalam ayat ini menerangkan bahwa akan ada hari di mana semua manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk dimintai pertanggungjawabannya atas semua yang pernah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Pada hari ini, tidak akan ada yang luput dari perhitungan Allah sekecil apa pun dan tidak bisa mengelak sedikit pun serta tidak ada yang bisa membantu seorang pun kecuali amal ibadahnya. Semua anggota badan akan bersaksi atas perilakunya selama di dunia

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto