Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 20 - Surat Saba' (Saba')
سبأ
Ayat 20 / 54 •  Surat 34 / 114 •  Halaman 430 •  Quarter Hizb 43.75 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ اِبْلِيْسُ ظَنَّهٗ فَاتَّبَعُوْهُ اِلَّا فَرِيْقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Wa laqad ṣaddaqa ‘alaihim iblīsu ẓannahū fattaba‘ūhu illā farīqam minal-mu'minīn(a).

Sungguh, Iblis benar-benar telah meyakinkan mereka terhadap kebenaran sangkaannya. Lalu, mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin.

Makna Surat Saba' Ayat 20
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kedurhakaan Kaum Saba’ membuktikan betapa Iblis mampu merealisasikan sumpahnya di hadapan Allah ketika dia dikutuk akibat membangkang perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam. “Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan dengan berbagai tipu daya terhadap mereka, anak-cucu Nabi Adam, tentang kebenaran sangkaannya bahwa dia mampu menjerumuskan manusia ke jalan kesesatan, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin yang kuat keimanannya (Lihat Surah Sad/38: 82-83).

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Iblis menyangka kaum Saba’ yang telah dibinasakan Allah beserta negeri mereka telah mengikutinya dan dengan penuh kepatuhan melaksanakan tipu dayanya. Ia menyangka mereka telah mendurhakai Allah dan tidak bersyukur atas segala nikmat yang dikaruniakan kepada mereka, kecuali sebagian orang yang beriman yang tetap imannya dan tidak menerima tipu daya itu. Dengan demikian, Iblis menyangka bahwa dia dapat menguasai manusia dan membawa mereka ke jalan kesesatan, sebagaimana diikrarkan di hadapan Allah. Hal ini tersebut dalam firman-Nya:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّه ُمْ اَجْمَعِيْنَۙ ٨٢ اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْن َ ٨٣ (ص)

(Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.” (Ṣād/38: 82-83)

Isi Kandungan Kosakata

Sulṭān سُلْطَان (Saba’/34: 21)

Sulṭān terambil dari kata salaṭa-yaslaṭu/yasluṭu -salāṭatan yang berarti menguasai. Sulṭān adalah “yang memiliki kekuasaan”. Penggunaan kata itu dalam Al-Qur’an lebih banyak pada kekuasaan fisik. Contoh yang jelas Surah ar-Raḥmān/55: 33, “Hai kumpulan jin dan manusia! Jika kalian sanggup menembus keluar dari langit dan bumi, tembuslah! Kalian tidak akan sanggup menembusnya kecuali dengan sulṭān (kekuasaan fisik).” Juga misalnya dalam Surah Ibrāhīm/14:22 mengenai ucapan setan, “Saya tidak punya kekuasaan atas kalian, kecuali hanya saya mengajak kalian…,” karena setan itu tidak mampu memaksa, kemampuannya hanya menggoda. Tetapi ada juga kata itu digunakan untuk arti non-fisik, yaitu “hujjah, alasan, atau argumen” karena itu menembus pikiran dan hati. Contoh, Surah al-Mu’min/40: 56, “Sesungguhnya orang-orang yang bertengkar mengenai ayat-ayat Allah tanpa sulṭān (alasan)…”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto