Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 51 - Surat Saba' (Saba')
سبأ
Ayat 51 / 54 •  Surat 34 / 114 •  Halaman 434 •  Quarter Hizb 44.25 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَلَوْ تَرٰىٓ اِذْ فَزِعُوْا فَلَا فَوْتَ وَاُخِذُوْا مِنْ مَّكَانٍ قَرِيْبٍۙ

Wa lau tarā iż fazi‘ū falā fauta wa ukhiżū mim makānin qarīb(in).

(Alangkah mengerikan) seandainya engkau melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari Kiamat). Mereka tidak dapat melepaskan diri dan ditangkap dari tempat yang dekat (untuk diseret ke neraka).

Makna Surat Saba' Ayat 51
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Meski kebenaran ajaran Nabi Muhammad sudah terbukti dan alasan penolakan kaum kafir dipatahkan, tetap saja ada sebagian orang yang memilih kekafiran. Ayat berikut menggambarkan siksa yang akan mereka terima di akhirat. Dan alangkah mengerikan sekiranya engkau melihat mereka, orang-orang kafir, ketika terperanjat ketakutan pada hari Kiamat ketika dihadapkan kepada Tuhan mereka; lalu mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat. Mereka sudah berada di alam kubur sehingga sangat dekat untuk diseret ke neraka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini dijelaskan bahwa andaikata Rasulullah menyaksikan bagaimana orang-orang kafir itu nanti ketakutan di depan Allah, maka beliau akan menyaksikan peristiwa yang hebat sekali. Pada waktu itu, orang-orang kafir itu dihadapkan kepada siksa Allah. Tempat melarikan diri tidak ada, begitu juga kemungkinan adanya pertolongan, atau tempat untuk berlindung. Oleh karena itu, gemparlah mereka dalam ketakutan yang luar biasa. Pada waktu itulah mereka dibekuk dengan mudah tanpa berkutik karena sudah terpojok di Padang Mahsyar yang menyesakkan.

Isi Kandungan Kosakata

At-Tanāwusy اَلتَّنَاوُشُ (Saba’/34: 52)

Kata ini terambil dari kata kerja nāsya-yanūsyu yang artinya menerima, mencari, mengambil sesuatu dengan mudah dan ringan. Kata ini pada mulanya digunakan untuk melukiskan keadaan unta yang minum air dari sebuah telaga dengan cepat. Sebagian ulama membacanya dengan at-tanā'usy, dengan mengganti huruf waw dengan hamzah, yang tujuannya untuk mempermudah mengucapkannya. Sebagian lagi menilai bahwa kata tersebut terambil dari kata na'sya yang artinya adalah terlambat melakukan sesuatu atau mengharapkan sesuatu yang telah berlalu masanya.

Sesuatu yang diambil dengan mudah biasanya merupakan hal yang ringan dan berada di dekat pelakunya. Keimanan dan keberagamaan adalah sesuatu yang tidak berat. Tuntunan Ilahi juga selalu sejalan dengan jati diri manusia, sehingga terasa dekat dengan manusia dan mudah pula diambilnya. Itu semua akan mudah dilaksanakan ketika di dunia. Setelah kematian, maka semua yang mudah itu akan menjadi sulit, karena waktunya telah berlalu. Demikianlah keimanan yang mereka ucapkan setelah kematian itu, yang merupakan keimanan yang telah terlambat dan tidak ada manfaatnya lagi. Padahal, sebelum kematian keimanan itu merupakan sesuatu yang sangat mudah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto