اَتَّخَذْنٰهُمْ سِخْرِيًّا اَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْاَبْصَارُ
Attakhażnāhum sikhriyyan am zāgat ‘anhumul-abṣār(u).
Apakah karena dahulu kami menjadikan mereka (bahan) olok-olokan ataukah karena penglihatan (kami) yang tidak melihat mereka?”
Dahulu kami menjadikan mereka olok-olokan; apakah karena mereka tidak pantas menerima hinaan itu sehingga tidak masuk neraka bersama kami, ataukah karena penglihatan kami yang tidak melihat mereka di tempat ini lantaran mereka telah masuk lebih dulu?”
Selanjutnya mereka saling bertanya sesama mereka, “Apakah karena telah kita ejek dan perolok-olokkan sewaktu di dunia, sehingga mereka tidak masuk neraka ini, sedang mereka adalah orang-orang yang tidak pantas diejek dan diperolok-olokkan. Atau mereka sebenarnya telah masuk bersama-sama kita ke dalam neraka, tetapi kita tidak melihat mereka.” Demikianlah keadaan orang-orang kafir di dalam neraka, mereka saling salah menyalahkan, saling tuduh-menuduh, bahkan mereka saling bertengkar antara yang satu dengan yang lain.
1. Li aṭ-Ṭāgīn لِلطَّاغِيْنَ (Ṣād/38: 55)
Term li aṭ-ṭāgīn terdiri dari dua kata, yaitu li dan aṭ-ṭāgīn. Yang pertama (li) merupakan kata depan yang bersifat posesif dengan arti bagi. Sedang yang kedua (aṭ-ṭāgīn) merupakan bentuk fa‘il dari kata kerja ṭagā-yaṭgā, yang artinya berlebih-lebihan dalam kemungkaran. Dengan demikian li aṭ-ṭāgīn dapat diartikan bagi orang-orang yang berlebih-lebihan atau kelewat- batas dalam berbuat maksiat. Bagi mereka yang seperti ini hanya akan mendapat tempat yang paling buruk di akhirat kelak.
2. Ḥamīm wa Gassāq حَمِيْمٌ وَغَسَّاقٌ (Ṣād/38: 57)
Kata ḥamīm yang berarti air sangat panas berasal dari ḥamma-yaḥummu-ḥamman dan ḥamāman yang artinya panas.
Sedangkan kata gassāq terambil dari kata gasaqa yang biasa digunakan dalam arti mengalirnya cairan atau nanah dari luka. Atas dasar itu ia dipahami oleh banyak ulama dalam arti nanah. Ada juga yang memahaminya dalam arti air yang sangat dingin.
Jadi makna ḥamīm dan gassāq dalam ayat 57 Surah Ṣād tersebut adalah air yang sangat panas dan cairan nanah, atau air yang sangat panas dan sangat dingin, sebagai balasan atas para pendurhaka di dalam neraka.













































