
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Jangan gaya-gayaan masuk ke hutan
Soalnya di sana banyak setan
Kamu mesti bilang numpang-numpang
Kalo nggak nanti gak bisa pulang
Nyasar di hutan
Dijadiin anak
Ama kuntilanak
Makna lirik lagu ini menggambarkan sebuah pesan peringatan agar tidak sembarangan memasuki... tampilkan semua
Ati-ati kalau main di kali
Di dalamnya banyak orang mati
Apalagi kalo buang sampah
Sama aja ngasih makan mentah-mentah
Tunggu kau lengah
Mereka dendam
Kamu tenggelam
Makna lirik lagu ini mengajarkan untuk berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di lingk... tampilkan semua
Dilarang mancing di laut situ
Nelayan bilang banyak penunggu
Kalo gak percaya terserah elu
Aku gak tau mana yang betul
Yang pasti laut rumahnya
Nyi Roro Kidul
Makna lirik lagu ini menggambarkan penghormatan terhadap kepercayaan dan mitos yang berkem... tampilkan semua
Hey bung
Jangan asal naik gunung
Nanti bisa digigit dedemit
Ngomong juga mesti yang sopan
Juga jangan
Kencing sembarangan
Bisa kualat
Gunung meletus
Mampus
Makna lirik lagu ini adalah sebuah nasihat atau peringatan agar tetap menjaga sikap sopan ... tampilkan semua
Verboden
Verboden
Verboden
Makna lirik lagu ini menyiratkan konsep larangan atau pembatasan yang tegas, di mana kata ... tampilkan semua
Lagu 'Verboden' karya band legendaris Indonesia, Slank, menyuguhkan sebuah narasi yang penuh dengan peringatan dan nasihat terkait larangan-larangan dalam menjelajahi alam dan lingkungan sekitar. Melalui liriknya, lagu ini secara implisit menyampaikan pesan moral dan budaya terkait dengan kepercayaan terhadap makhluk halus dan akibat dari pelanggaran terhadap norma masyarakat adat serta kepercayaan lokal.
Makna dan Pesan dari Lirik
Lirik lagu 'Verboden' dipenuhi dengan imbauan dan larangan yang berhubungan dengan tempat-tempat yang dianggap angker atau memiliki kekuatan supranatural, seperti hutan, sungai, laut, dan gunung. Penyampaian pesan ini dilakukan secara simbolis dan langsung, menggambarkan konsekuensi atau bahaya yang mengintai apabila larangan tersebut tidak diindahkan.
- Larangan masuk ke hutan dan berbuat gaya-gayaan: Di bagian awal, terdapat pesan untuk tidak meremehkan kekuatan alam dan makhluk halus yang dipercaya menghuni tempat tersebut. Ungkapan seperti 'di mana banyak setan' dan anjuran untuk 'bilang numpang-numpang' menekankan pentingnya sopan santun dan penghormatan terhadap alam dan makhluk gaib.
- Bahaya di sekitar sungai dan laut: Lirik mengingatkan untuk berhati-hati saat bermain di kali dan tidak membuang sampah sembarangan di dalamnya, yang dianggap dapat menarik kemarahan makhluk halus seperti kuntilanak atau penunggu laut seperti Nyi Roro Kidul. Ini mengandung pesan tentang menjaga kebersihan dan hormat terhadap lingkungan.
- Larangan mancing di laut tertentu: Penegasan bahwa nelayan dilarang beraktivitas di area tertentu karena penuh penunggu mengandung pesan akan pentingnya menghormati kepercayaan lokal dan memperhatikan larangan yang ada demi keselamatan.
- Larangan naik gunung dan kencing sembarangan: Peringatan untuk tidak sembarangan melakukan aktivitas di tempat tinggi, yang dipercaya dapat mengundang gigitan atau gangguan dari makhluk halus seperti dedemit dan menyebabkan bencana seperti gunung meletus, menjadi simbol larangan menjaga etika dan ketertiban di alam.
Simbolisme dan Nilai Budaya
Lagu ini secara tidak langsung menyinggung kepercayaan masyarakat terhadap dunia supranatural dan pentingnya menjalankan adat istiadat dengan sopan dan penuh hormat. Kata 'verboden' sendiri, yang berarti 'dilarang' dalam bahasa Belanda, semakin menguatkan nuansa larangan yang bersifat universal dan lintas budaya, namun diinterpretasikan secara lokal.
Dalam konteks budaya Indonesia, keberadaan makhluk halus seperti kuntilanak, Nyi Roro Kidul, dan makhluk gaib lainnya merupakan bagian dari kepercayaan yang mengandung pesan moral dan etika hidup bermasyarakat, serta menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, lagu 'Verboden' mengandung pesan yang kuat untuk menghormati dan mematuhi larangan-larangan tertentu demi menjaga keselamatan dan harmonisasi dengan alam serta kepercayaan masyarakat. Melalui liriknya yang simpel namun penuh makna, Slank berhasil menyampaikan sebuah pesan penting yang relevan dalam konteks budaya lokal, sekaligus menjadi pengingat untuk selalu menjaga keberlangsungan hubungan manusia dan lingkungan sekitar.















































