Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 43 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 43 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 314 •  Quarter Hizb 32 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ

Iżhabā ilā fir‘auna innahū ṭagā.

Pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas.

Makna Surat Taha Ayat 43
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai Nabi Musa dan Harun, pergilah kamu berdua kepada Fir’aun yang sombong itu dengan bekal mukjizat dari-Ku karena dia benar-benar telah melampaui batas dalam kedurhakannya. Begitu berhadapan dengannya, maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Ajaklah dia beriman kepada Allah dan serulah pada kebenaran dengan cara yang baik. Mudah-mudahan dengan cara demikian dia menjadi sadar atau takut pada azab Allah bila terus durhaka.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Allah memerintahkan Musa a.s. dan Harun a.s. pergi kepada Fir‘aun untuk mengemukakan bukti-bukti kebenaran kenabiannya yang dianugerahkan Allah, dan menjelaskan kesesatan Fir‘aun, karena Fir‘aun itu sudah keterlaluan sepak terjangnya melampaui batas, sampai-sampai mengaku bahwa dia adalah tuhan. Dia menyatakan kepada kaumnya dengan ucapan, “Saya tuhanmu yang paling tinggi.”

Ayat ini mengkhususkan dakwah dan seruan kepada Fir‘aun sedang pada ayat sebelumnya dakwah diserukan untuk umum, karena kalau Fir‘aun sudah beriman kepada ajaran yang dibawa Nabi Musa a.s., dan Nabi Harun tentunya segenap orang-orang Mesir akan mengikutinya sebagaimana pepatah:

اَلنَّاسُ عَلَى دِيْنِ مُلُوْكِهِمْ

‘Rakyat itu menurut agama rajanya.’

Isi Kandungan Kosakata

1. Lā Taniyā لاَ تَنِيَا (Ṭāhā/20: 42)

تنيا لا (lā taniyā) artinya jangan kamu berdua lalai dan lemah, terambil dari kata وَنى ينى artinya melemah, tidak bersegera atau tidak memperhatikan.

Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi Musa dan Harun yang dipilihnya sebagai pembantunya untuk menghadap Fir‘aun dengan membawa serta semua mukjizat yang Allah anugerahkan kepada Nabi Musa sebagai tanda kekuasaan Allah. Allah juga memerintahkan kepada keduanya untuk tidak lalai, lemah dan terlena dalam mengingat Allah.

2.Yafruṭ يَفْرُطْ (Ṭāhā/20: 45)

يفرط (yafruṭ), terambil dari kata فرط (faraṭa) yang berarti mendahului. Yang dimaksud mendahului dalam ayat ini adalah bersegera menyiksa. Makna ini dipahami dari adanya rasa takut pada diri Nabi Musa dan Harun terhadap Fir‘aun yang akan melampaui batas dalam menyiksa keduanya, jika keduanya datang menghadap Fir‘aun untuk menyampaikan risalah kenabiannya, karena keduanya sadar, apa yang akan mereka sampaikan mengancam kekuasaan Fir‘aun.

3. Layyinan لَيِّنًا (Ṭāhā/20: 44)

لينا (layyinan) arti kata al-layyin adalah lembut lawan dari الحشونة atau kasar. Kata al-layyin biasa digunakan untuk tubuh, tetapi kemudian digunakan juga untuk akhlak, seperti firman Allah pada Āli ‘Imrān/3:159, layyin juga digunakan untuk kulit dan hati, seperti pada az-Zumar/39: 23. Dengan kata-kata seperti pada ayat ini Allah memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk mengajak Fir‘aun beriman dengan kata-kata yang lemah lembut. Perintah ini menjadi dasar tentang perlunya bersikap bijaksana dalam berdakwah dengan cara menyampaikan materi dakwah dengan kata-kata yang lembut penuh dengan sopan santun.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto