Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 11 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 11 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 312 •  Quarter Hizb 32 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَلَمَّآ اَتٰىهَا نُوْدِيَ يٰمُوْسٰٓى ۙ

Falammā atāhā nūdiya yā mūsā.

Ketika mendatanginya (tempat api), dia (Musa) dipanggil, “Wahai Musa.

Makna Surat Taha Ayat 11
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai berpesan kepada keluarganya, maka Musa berjalan mendekati api itu. Ketika dia mendatanginya, tiba-tiba dia dipanggil oleh suara yang berasal dari arah api itu, “Wahai Musa!”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ketika Musa a.s., sampai di tempat api, dia melihat api itu bercahaya putih bersih mengitari sebuah pohon berwarna hijau. Musa keheran-heranan melihat kejadian itu, karena cahaya api yang putih bersih itu, tidak mengurangi kehijauan warna pohon, begitu pula sebaliknya, warna hijau pohon itu tidak mengurangi cahaya putih api itu. Di kala itulah Musa a.s., mendengar suara memanggil, “Hai Musa.”

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Wādil-Muqaddas اَلْوَادِى الْمُقَدَّسِ (Ṭāhā/20: 12)

Wādī, berarti lembah dan muqaddas, yang suci dan disucikan. Letak lembah ini di kaki Gunung Sinai, tempat Nabi Musa kemudian menerima Taurat. Allah memerintahkan kepada Musa agar melepaskan alas kakinya sebagai tanda penghormatan pada tempat ini, dan kata ṭuwā sesudah itu, umumnya kata ini diartikan sebagai nama lembah itu, kendati ada juga yang mengatakan, bahwa ṭuwā adalah kosakata yang berarti dua kali, yakni lembah itu dua kali disucikan, atau Musa dua kali dipanggil.

2. li Żikrī لِذِكْرِيْ (Ṭāhā/20: 12)

Żikrī artinya mengingat, baik mengingat sesuatu yang terlupa atau mengingat sesuatu agar tidak terlupa.

Menurut Quraish Shihab dalam tafsir al-Mishbah, ulama berbeda pendapat tentang makna li żikrī pada ayat ini dan juga pada huruf lam yang mendahului kata żikri. Kata żikr ada yang memahaminya dalam arti zikir dengan ucapan, ada juga yang mengartikan zikir dengan qalbu.

Sedang huruf lam ada yang memahaminya dalam arti ‘agar supaya’ sehingga arti kata li żikrī adalah perintah melaksanakan salat agar dengan salat seseorang selalu mengingat kehadiran Allah. Salat yang benar-benar khusyu’ bisa mengajak seseorang untuk selalu mengingat Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Makna yang dikandung kata li żikrī adalah isyarat kepada hikmah dibalik perintah salat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto