Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 110 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 110 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 319 •  Quarter Hizb 32.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِهٖ عِلْمًا

Ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum wa lā yuḥīṭūna bihī ‘ilmā(n).

Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi-Nya.

Makna Surat Taha Ayat 110
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Itulah Tuhan Yang Maha Pengasih. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka, yaitu kehidupan duniawi, dan apa yang ada di belakang mereka, yaitu kondisi mereka di akhirat. Dia juga mengetahui apa saja yang belum terjadi, sedang ilmu mereka sangat terbatas sehingga tidak dapat meliputi ilmu-Nya yang serba terinci.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan sebab-sebab mengapa syafaat tidak bermanfaat kalau tidak dengan izin-Nya. Sebab-sebab itu ialah karena Allah mengetahui semua perbuatan manusia, iman dan kufurnya, tak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Dialah sebenarnya yang dapat menentukan apakah seseorang berhak mendapat syafa’at, karena iman dan amalnya selama hidup di dunia dan Dia pulalah yang berhak dan dapat menetapkan bahwa seseorang tidak dapat diberi syafaat karena kufur dan dosa-dosanya yang tidak dapat diampuni. Sedangkan malaikat atau manusia yang walaupun telah diizinkan oleh-Nya untuk memberi syafaat tidak mengetahui hal itu secara terperinci.

Isi Kandungan Kosakata

1. Qā’an ṣafṣafā قَاعًا صَفْصَفًا (Ṭāhā/20: 106).

Qā’a artinya adalah “tanah datar” dan ṣafṣaf artinya “lurus” seperti saf dalam salat, maksudnya “terhampar”. Maksudnya adalah bahwa pada hari kiamat nanti gunung-gunung yang menjulang di bumi ini akan dihan-curleburkan oleh Allah sehingga rata dengan tanah, bumi yang pernah dihuni oleh manusia digantikan dengan bumi yang lain, yang juga rata. Inilah Padang Mahsyar di mana manusia akan dihisab.

2. Hamsan هَمْسًا (Ṭāhā/20: 106)

Hams secara harfiyah berarti “suara yang sangat halus”. Maksudnya adalah bahwa di padang mahsyar itu nanti akan terdengar suara malaikat yang mengarahkan manusia ke tempat pengadilan Allah. Pada waktu itu tidak akan ada yang mampu atau berani bicara. Semua terdiam menunggu-nunggu apa akan terjadi berikutnya. Yang terdengar hanya bunyi langkah-langkah kaki yang begitu halus lebih halus dari bunyi bisikan. Demikianlah lukisan hebatnya ketakutan manusia pada waktu itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto