يَوْمَىِٕذٍ لَّا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَرَضِيَ لَهٗ قَوْلًا
Yauma'iżil lā tanfa‘usy-syafā‘atu illā man ażina lahur-raḥmānu wa raḍiya lahū qaulā(n).
Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Yang Maha Pengasih dan yang diridai perkataannya.
Pada hari itu juga tidak berguna syafaat dan pertolongan orang tua, anak, atau kerabat, kecuali syafaat dari orang yang dicintai dan telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan orang itu juga telah Dia ridai perkataannya.
Pada hari itu tak ada yang dapat menolong seseorang atau memberi syafa’at kepadanya baik dari malaikat maupun dari manusia kecuali orang yang telah diberi izin oleh Allah bahwa dia akan memberikan syafaat dapat diterima pula oleh Allah sesuai dengan bunyi ayat:
وَكَمْ مِّنْ مَّلَكٍ فِى السَّمٰوٰتِ لَا تُغْنِيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اَنْ يَّأْذَنَ اللّٰهُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْضٰى ٢٦
Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai. (an-Najm/53: 26)
Malaikat yang tidak berdosa saja tidak diterima syafa’atnya untuk menolong seseorang di waktu itu kalau tidak seizin Allah apalagi setan-setan, berhala-berhala atau pemimpin-pemimpin musyrik lainnya tentulah mereka tidak dapat sedikit pun menolong pengikut-pengikutnya. Sedangkan untuk menolong diri mereka sendiri mereka tidak berdaya, apalagi untuk menolong orang lain.
1. Qā’an ṣafṣafā قَاعًا صَفْصَفًا (Ṭāhā/20: 106).
Qā’a artinya adalah “tanah datar” dan ṣafṣaf artinya “lurus” seperti saf dalam salat, maksudnya “terhampar”. Maksudnya adalah bahwa pada hari kiamat nanti gunung-gunung yang menjulang di bumi ini akan dihan-curleburkan oleh Allah sehingga rata dengan tanah, bumi yang pernah dihuni oleh manusia digantikan dengan bumi yang lain, yang juga rata. Inilah Padang Mahsyar di mana manusia akan dihisab.
2. Hamsan هَمْسًا (Ṭāhā/20: 106)
Hams secara harfiyah berarti “suara yang sangat halus”. Maksudnya adalah bahwa di padang mahsyar itu nanti akan terdengar suara malaikat yang mengarahkan manusia ke tempat pengadilan Allah. Pada waktu itu tidak akan ada yang mampu atau berani bicara. Semua terdiam menunggu-nunggu apa akan terjadi berikutnya. Yang terdengar hanya bunyi langkah-langkah kaki yang begitu halus lebih halus dari bunyi bisikan. Demikianlah lukisan hebatnya ketakutan manusia pada waktu itu.





















