Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 135 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 135 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 321 •  Quarter Hizb 32.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

قُلْ كُلٌّ مُّتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوْاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ اَصْحٰبُ الصِّرَاطِ السَّوِيِّ وَمَنِ اهْتَدٰى ࣖ ۔

Qul kullum mutarabbiṣun fa tarabbaṣū, fa sata‘lamūna man aṣḥābuṣ-ṣirāṭis-sawiyyi wa manihtadā.

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Setiap (kita) menanti, maka menantilah! Kelak kamu akan mengetahui siapa yang berada di jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk.”

Makna Surat Taha Ayat 135
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai Nabi Muhammad, tanda keengganan orang kafir mengikuti petunjuk Allah telah jelas. Karena itu, katakanlah kepada mereka, “Masing-masing dari kita, yaitu umat beriman di satu pihak dan kaum kafir di pihak lain, menanti apa yang akan dilakukan Allah kelak. Jika demikian, maka nantikanlah ketetapan Allah itu olehmu! Dan kelak ketika keputusan-Nya datang, kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah terhindar dari kesesatan dengan mendapat petunjuk dari Allah Yang Mahabenar.”[]

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengatakan kepada orang kafir Mekah sebagai jawaban atas berbagai alasan dan cemoohan mereka terhadapnya. Kalau seandainya mereka tidak mau menerima petunjuk Allah dan tetap ingkar dan durhaka, maka Rasulullah bersama mereka menunggu keputusan Allah pada hari Kiamat. Tentu mereka akan mengetahui siapa yang berada di jalan yang benar dan yang mendapat petunjuk. Mereka akan mengetahui bahwa merekalah yang sesat dan akan dilemparkan ke neraka Jahanam. Hal ini tersebut dalam firman Allah:

وَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ حِيْنَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ اَضَلُّ سَبِيْلًا

Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. (al-Furqān/25: 42)

Dan firman-Nya:

سَيَعْل مُوْنَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْاَشِرُ ٢٦

Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu. (al-Qamar/54: 26)

Isi Kandungan Kosakata

1. Nakhzā نَخْزَى (Ṭāhā/20:134)

Kata dasar kata itu adalah khaziya, artinya “menjadi hina akibat suatu kegagalan”. Menjadi hina itu dapat terjadi karena diri sendiri yang berarti “malu” misalnya Ṭāhā/20:134 ini, “Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau tidak mengirim seorang rasul kepada kami supaya kami dapat mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami terhina dan malu.” Itu protes yang akan disampaikan orang-orang kafir nanti di akhirat bila Allah memasukkan mereka ke neraka sedangkan mereka belum pernah dikirimi seorang rasul untuk membimbing mereka. Karena itulah Allah telah mengirim seorang rasul kepada setiap umat, sehingga tidak akan ada alasan lagi bagi orang kafir untuk berhelah seperti itu. Dan kehinaan itu dapat pula datang dari orang lain, seperti “Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan dalam kehidupan dunia,” az-Zumar/39: 26.

2.aṣ-ṣirāṭ as-Sawiyy اَلصِّرَاطِ السَّوِيِّ (Ṭāhā/20:135)

Kata pertama dalam frasa itu, ṣirāṭ, asalnya adalah ṣirāṭ yang secara harfiyah berarti “menelan”. ṣirāṭ adalah jalan lebar sehingga seakan-akan menelan orang yang menempuhnya. As-sawiyy terambil dari kata sawiya artinya “seimbang” tidak berat ke kanan atau ke kiri. Dengan demikian aṣ-ṣirāṭ as-sawiyy maksudnya adalah jalan yang lebar yang tidak menyempit di mana pun dan lurus tidak berbelok-belok. Dalam ayat 135 surah Ṭāhā/20 ini Allah meminta Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang yang tidak mau mendengarkan dakwahnya bahwa silahkan masing-masing pihak, yang kafir dan yang iman, menunggu. Nanti di akhirat mereka akan tahu siapa yang berada di jalan yang benar dan tidak sesat jalan, yaitu umat Islam.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto