Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 53 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 53 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 315 •  Quarter Hizb 32 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّسَلَكَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۗ فَاَخْرَجْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْ نَّبَاتٍ شَتّٰى

Al-lażī ja‘ala lakumul-arḍa mahdaw wa salaka lakum fīhā subulaw wa anzala minas-samā'i mā'ā(n), fa akhrajnā bihī azwājam min nabātin syattā.

(Dialah Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan meratakan jalan-jalan di atasnya bagimu serta menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian, Kami menumbuhkan dengannya (air hujan itu) beraneka macam tumbuh-tumbuhan.

Makna Surat Taha Ayat 53
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai Fir’aun, Allah adalah Tuhan yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, juga bagi seluruh manusia, dan menjadikan jalan-jalan yang rata dan lebar di atasnya bagimu agar kamu mudah bepergian, dan Dia pula yang menurunkan air hujan dari langit untuk menyuburkan tanah di sekitarmu.” Allah beralih menggunakan kalimat langsung dari- Nya, “Kemudian, Kami tumbuhkan dengannya, yakni dengan air hujan itu, berjenis-jenis tumbuh-tumbuhan dengan beragam bentuk, rasa, dan kegunaan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Untuk memperkuat bahwa Allah itu tidak akan salah dan lupa, dan untuk menolak kemungkinan timbulnya sangkaan bahwa catatan yang ada di “Lauḥ Maḥfūẓ” itu bisa salah dan ada yang tidak tercatat karena lupa, maka pada ayat ini ditegaskan bahwa Tuhan yang menguasai pencatatan itu, ialah Tuhan Yang menjadikan bumi ini sebagai hamparan bagi manusia yang terbentang luas untuk dipergunakan sebagai tempat tinggal, bangun, tidur dan berpergian dengan bebas ke mana-mana, sebagaimana firman Allah:

اَللّٰهُ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ قَرَارًا

Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap. (al-Mu’min/40: 64)

Dan firman-Nya:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا

Di alah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya. (al-Mulk/67: 15)

Tuhanlah yang telah menjadikan jalan-jalan di bumi ini, baik di gunung-gunung maupun di tempat-tempat yang rendah untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat yang lain, antara satu kota dengan kota yang lain, antar satu desa dengan desa yang lain, guna memudahkan melaksanakan keperluan-keperluan manusia. Sejalan dengan firman Allah:

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ بِسَاطًاۙ ١٩ لِّتَسْلُكُوْا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا ࣖ ٢٠

Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas. (Nūḥ/71: 19-20)

Dan firman-Nya:

وَجَعَل نَا فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِهِمْۖ وَجَعَلْنَا فِيْهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ ٣١

“Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (al-Anbiyā’/21: 31)

Tuhanlah, yang menurunkan air hujan dari langit yang menyebabkan tumbuhnya tanam-tanaman dan buah-buahan yang bermacam-macam cita rasanya, ada yang masam, ada yang manis, bermacam ragam dan jenis dan manfaatnya. Ada yang layak untuk manusia, dan ada yang baik untuk binatang yang kesemuanya itu menunjukkan atas besarnya karunia dan banyaknya nikmat yang dilimpahkan Allah kepada semua hamba-Nya. Sejalan dengan firman Allah:

وَّاَنْزَل َ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ

Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. (al-Baqarah/2: 22)

Isi Kandungan Kosakata

1. al-Qurūn al-ūlā اَلْقُرُوْنِ اْلأُوْلَى (Ṭāhā/20:51)

الأول ى القرون, القرون jamak dari القرن dari akar kata ق ر ن , artinya mengumpulkan antara dua hal. Dari sini muncul kata القرن (al-qarnu) berarti satu masa atau abad dalam tahun syamsiah (100 tahun), dan kata lainnya القرن (al-qaranu) artinya tanduk.

Al-Qarn pada ayat ini artinya sekumpulan orang yang hidup dan berkumpul pada satu masa (Yūnus/10: 13). Sedangkan الأولى القرون artinya generasi-generasi terdahulu. Maksudnya generasi-generasi sebelum Fir‘aun yang juga menganut kepercayaan seperti yang dianut oleh Fir‘aun.

Pertanyaan tentang nasib generasi terdahulu diajukan Fir‘aun kepada Musa sesudah Musa menjelaskan hakekat tuhan seluruh manusia, seakan-akan Fira’un meremehkan risalah Nabi Musa dan Harun dengan menanyakan nasib orang-orang terdahulu, apakah mereka akan disiksa, dan mampukah keduanya memalingkan kepercayaan pengikut Fir‘aun dari kepercayaan leluhurnya.

2. Mahdan مَهْدًا (Ṭāhā/20: 53)

مهدا (mahdan) artinya terhampar. Allah jadikan bumi datar terhampar sehingga mudah bagi manusia untuk berjalan, duduk dan berbaring di atasnya. Setelah pada ayat lalu Musa menjelaskan kuasa dan pengetahuan Allah serta penciptaan-Nya, kini Nabi Musa mengingatkan manusia berbagai kenikmatannya, seperti mengatakan bumi datar, sebagai saksi dan bukti kehadiran Allah agar manusia mau beriman kepada-Nya.

Kata mahdan disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an yaitu pada ayat ini dan az-Zukhruf/43: 10.

3.Ulin-Nuhā أُولِى النُّهَى (Ṭāhā/20:54)

النّه ى أولى (ulin-nuhā) artinya orang yang berakal. An-Nuha jamak dari النهية (an-nuhyah) yang berarti akal, dari akar kata yang sama muncul kata نهى (nahā) artinya melarang, أنهى mengakhiri, نهاية selesai. Akal disebut al-nuhyah karena akallah yang melarang dan menghalangi manusia dari berbagai perbuatan yang bisa merusak dan mencelakakan mereka. Kata ini disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an, pada ayat ini dan pada Ṭāha/20: 128.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto