تَنْزِيْلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْاَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلٰى ۗ
Tanzīlam mimman khalaqal-arḍa was-samāwātil-‘ulā.
(Al-Qur’an) diturunkan dari (Allah) yang telah menciptakan bumi dan langit yang tinggi.
Wahai Nabi, Al-Qur’an ini diturunkan kepadamu dari Allah Yang Mahaagung yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. Kandungannya merupakan petunjuk bagi mereka yang mau meyakini.
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Al-Qur’an yang dibawa oleh Nabi Muhammad itu berasal dari Allah, Tuhan yang menciptakan alam, Yang Mahakuasa atas segala apa yang Dia kehendaki. Dialah yang menciptakan bumi dan semua apa yang terdapat di dalamnya. Dialah yang menciptakan langit yang amat luas beserta segala isinya.
Ṭāhā طه (Ṭāhā/20: 1)
Ṭāhā, para mufasir sepakat, bahwa kata ini terdiri atas dua huruf singkatan Ṭā dan Hā seperti huruf-huruf singkatan (al-muqattaat) yang lain, Yā-Sīn, Alif Lām Mīm, Ḥā Mīm dan lain-lain seperti yang terdapat dalam beberapa surah. Ṭā merupakan huruf yang ke-16 dan hā’ huruf yang ke-26 hija’iyah (alfabet). Para mufasir menguraikan asal dan arti kata ini panjang lebar dari berbagai sumber. Umumnya mereka mengutip beberapa pendapat, antara lain dari sahabat-sahabat Nabi dan para tabiin (tabi’in), bahwa huruf-huruf ini bukan sekadar singkatan, tetapi juga mengandung arti “Hai laki-laki” (ya rajul) yang ditujukan kepada Nabi. Kosakata ini dari bahasa Nabatea, Suryani (Aram) atau Abisinia yang semua itu masih serumpun dan salah satu cabang bahasa Arab; ada juga yang mengatakan itu bahasa ‘Akk, salah satu dialek di Yaman, yang juga sama dengan dialek Quraisy.
2. Aṡ-Ṡarā اَلثَّرَى (Ṭāhā/20: 6)
الثّرى (aṡ-ṡarā) artinya adalah tanah, baik tanah secara mutlak maupun yang dimaksud adalah tanah yang basah. Sedangkan yang dimaksud dengan kata الثّرى تحت (taḥtaṡ-ṡarā) adalah apa-apa yang ada di perut bumi seperti minyak, alumunium, fosfor, batu-batu mulia, biji besi, dan lain-lain. Ayat ini menegaskan bahwa semua yang ada di langit, di bumi dan di antara keduanya bahkan di perut bumi adalah milik Allah. Kata ṡarā hanya disebutkan satu kali dalam Al-Qur’an yaitu pada ayat ini.


































