Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 80 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 80 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 317 •  Quarter Hizb 32.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ قَدْ اَنْجَيْنٰكُمْ مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوٰعَدْنٰكُمْ جَانِبَ الطُّوْرِ الْاَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى

Yā banī isrā'īla qad anjainākum min ‘aduwwikum wa wā‘adnākum jānibaṭ-ṭūril-aimana wa nazzalnā ‘alaikumul-mannā was-salwā.

Wahai Bani Israil, sungguh Kami telah menyelamatkanmu dari musuhmu, mengadakan perjanjian denganmu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai), dan menurunkan kepadamu474) manna dan salwa.475)

Makna Surat Taha Ayat 80
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mengingatkan betapa besar nikmat-Nya kepada Bani Israil, Allah berfirman, “Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, yaitu Fir’aun dan tentaranya, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu melalui Nabi Musa untuk bermunajat dan berada di tempat yang telah ditetapkan, yaitu di sebelah kanan gunung Sinai, dan Kami telah menurunkan kepada kamu mann dan salwa sebagai bahan akanan untuk kelangsungan hidupmu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengaruniakan kepada Bani Israil tiga macam nikmat.

1. Mereka diselamatkan-Nya dari kekejaman musuhnya yaitu Fir‘aun dan kaumnya. Ketika Fir‘aun menimpakan kepada Bani Israil siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuan, dan ketika Allah menenggelamkan Fir‘aun dan tentaranya sedang Musa melihatnya. Sebagaimana firman Allah:

وَاِذْ نَجَّيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُ مْ سُوْۤءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ اَبْنَاۤءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْ نَ نِسَاۤءَكُمْ ۗ وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ ٤٩ وَاِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَاَنْجَيْنٰكُ مْ وَاَغْرَقْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ ٥٠

Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan. (al-Baqarah/2: 49 dan 50)

2. Musa berbicara langsung dengan Tuhannya di sebelah kanan gunung Sinai dan Allah menurunkan Taurat kepadanya yang merinci dengan jelas syariat-Nya.

3. Mereka dianugerahi Mann yaitu makanan seperti madu, rasanya manis sekali, warnanya putih seperti es, dan Salwā yaitu burung sebangsa puyuh yang enak dagingnya, ketika mereka tersesat di padang luas. Makanan ini tersedia dari fajar sampai matahari terbit.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yabasā يَـبَسًا (Ṭāhā/20: 77).

Secara etimologis, yabasā berarti kering atau tidak berair. Dalam konteks ayat di atas, kata yabasā ‘dialamatkan’ kepada Nabi Musa. Maksudnya, setelah kemenangan tanding Nabi Musa melawan tukang-tukang sihir Fir‘aun, maka Nabi Musa dan pengikut-pengikut barunya dikejar-kejar Fir‘aun dan tentaranya. Ketika sampai di tepi laut, Nabi Musa mendapat perintah dari Allah untuk memukulkan tongkatnya ke laut sehingga airnya kering. Dengan demikian, pengikut-pengikut Musa bisa melewatinya untuk menghindari kejaran pasukan musuh.

2. Darakā دَرَكًا (Ṭāhā/20: 77)

Secara etimologis, darakā berarti tersusul atau terkejar. Dalam konteks ayat di atas, setelah Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut dan air laut menjadi kering, maka Allah memerintahkan Nabi Musa beserta pengikut-pengikutnya untuk melintasi laut yang kering itu. Allah Swt lantas berfirman: dan la takhāfu darakā (Engkau tidak perlu takut tersusul oleh rombongan Fir‘aun). Dan memang, Nabi Musa beserta pengikut-pengikutnya tidak berhasil disusul rombongan Fir‘aun.

3. Aṭ-Ṭūril-Aiman اَلطُّوْرِ اْلأَيْمَنْ (Ṭāhā/20: 80)

Artinya Di sebelah kanan Gunung Sinai (Jabal Musa) tempat Nabi Musa dan kaumnya mendapat janji dari Allah setelah Fir‘aun ditenggelamkan, juga tempat ia menerima Taurat setelah keluar (eksodus) dari Mesir. Allah telah mengadakan perjanjian dengan Bani Israil di tempat itu. Atau Di sebelah kanan Gunung Sinai mungkin berarti, bahwa Nabi Musa mendengar suara dari sebelah kanan ketika ia menghadap Gunung Sinai itu (19: 52). Dan dari sinilah dimulai sejarah Musa dalam kehidupan rohaninya. Dalam penafsiran lain, “kanan” diartikan sebagai kiasan dalam bahasa Arab, yakni di bagian yang mendapat berkah atau daerah suci.

Orang-orang Yahudi golongan Samiri beranggapan, bahwa Gunung Sinai ini di Nablus dan mereka menamakannya Gunung Tur. Konon setiap tahun mereka naik ke Gunung itu dan mengadakan perayaan dengan menyembelih kurban di tempat tersebut (al-Qāsimī).

4. Gaḍabī غَضَبِيْ (Ṭāhā/20: 81)

Secara etimologis, gaḍabī berarti kemarahanku atau murkaku. Dalam kontek ayat di atas, kata ini menggambarkan ancaman kemurkaan Allah yang akan ditimpakan kepada Bani Israil, jika mereka menolak memakan rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka dan mereka melampaui batas. Karena mereka telah diselamatkan oleh Allah dari kejaran rombongan Fir‘aun, sudah selayaknya mereka tidak menuntut yang lebih dan melampaui batas dari apa yang telah diberi oleh Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto