
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
Hore, hore, hore, hore-ho
Gembel naik kelas dipotret gubernur
Hore, hore, hore, hore-ho
Gembel naik kelas dipotret gubernur
Makna lirik lagu ini menggambarkan momen kebahagiaan dan pencapaian dalam kehidupan seseor... tampilkan semua
Banpol suka traffic light, pandang tak jemu
Tersenyum malu-malu padamu negeri
Sekali tiga dompet sendal Cibinong
Kontruksi cakar ayam, ayam den lapeh
Makna lirik lagu ini menggambarkan nuansa kebudayaan dan kearifan lokal, mencerminkan inte... tampilkan semua
(Oi) hore, hore, hore, hore-ho
Gembel naik kelas dipotret gubernur
Hore, hore, hore, hore-ho
Gembel naik kelas dipotret gubernur
Makna lirik lagu ini menggambarkan suasana kegembiraan dan harapan di tengah kehidupan yan... tampilkan semua
Diiris tipis-tipis perkedel Yahya
Ada dua bijinya, persegi empat
Asbak, termos, dan ember, tiga semester
Pasar Seni dan Ancol, darling, I love you
Makna lirik lagu ini tampak menggambarkan keindahan dalam kehidupan sehari-hari yang seder... tampilkan semua
Hore Hore merupakan sebuah lagu yang ditampilkan oleh grup musik The Jansen. Melalui liriknya yang unik dan menggelitik, lagu ini berusaha menyampaikan cerita serta emosi yang beragam. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi lebih dalam makna dan arti dari lirik lagu "Hore Hore".
Deskripsi Umum Lagu
Lagu "Hore Hore" memiliki nuansa ceria dan penuh semangat. Dapat dilihat dari pengulangan kata "hore" yang menjadi inti dari lagu ini. Penggunaan frasa tersebut menciptakan suasana yang optimis dan menggembirakan, seolah menjadi sebuah seruan kemenangan atau kebahagiaan.
Makna dari Lirik
Setiap bait dalam lagu ini mengandung elemen yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, hingga membahas kondisi sosial dengan cara yang satir. Berikut adalah penjelasan beberapa bagian lirik yang menarik:
- Gembel naik kelas dipotret gubernur: Frasa ini mencerminkan realitas sosial di mana seorang gelandangan (gembel) berhasil naik kelas atau mencapai suatu pencapaian. Pemotretan oleh gubernur simbolis memberikan pengakuan dan perhatian kepada mereka yang terpinggirkan. Ini bisa jadi gambaran harapan akan perubahan nasib.
- Banpol suka traffic light, pandang tak jemu: Di sinilah terdapat elemen humor yang menyentuh sisi absurd dari kehidupan, di mana petugas keamanan (banpol) tampaknya menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil, seperti lampu lalu lintas. Keterikatan dengan suasana yang tampaknya sepele ini bisa menjadi cerminan dari kehidupan rutin yang sering kali monoton.
- Diiris tipis-tipis perkedel Yahya: Ini memberi nuansa kuliner yang hangat dan dekat dengan masyarakat, menggambarkan sehari-hari yang penuh bagi orang-orang biasa. Penggambaran makanan ini juga menunjukkan bagaimana hal-hal sederhana bisa membawa kebahagiaan.
- Pasar Seni dan Ancol, darling, I love you: Penyebutan tempat-tempat ikonik di Jakarta ini menambah dimensi lokal pada lagu. Mengaitkan cinta dengan tempat-tempat tersebut memberikan nuansa nostalgia dan keindahan terhadap pengalaman hidup di kota besar.
Kesimpulan
Lagu "Hore Hore" oleh The Jansen adalah contoh bagaimana musik dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan sosial dengan cara yang ceria dan menghibur. Melalui lirik yang lucu dan penuh warna, lagu ini tidak hanya mengajak pendengarnya bersenang-senang, tetapi juga mengajak untuk berpikir tentang realitas yang ada di sekitar kita. Kesejalan antara kehidupan sehari-hari dan harapan akan masa depan yang lebih baik ditampilkan dengan brilian melalui lirik-liriknya.
Dengan begitu, "Hore Hore" bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah refleksi sosial yang dapat menggugah pemikiran kita, sekaligus memberikan semangat untuk terus berjuang dan berharap akan perubahan yang lebih baik.







































