
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
They learn from what they see on TV
And fascist cops is what they see
They like to kick you between the legs
All in the name of democracy
Makna lirik lagu ini menggambarkan kritik terhadap pengaruh media dan representasi kekuasa... tampilkan semua
We hate fascist cops, we hate fascist cops
We hate fascist cops, we hate fascist cops
Makna lirik lagu ini mengekspresikan ketidakpuasan dan penolakan terhadap tindakan represi... tampilkan semua
Where are the rights, where are our rights?
They kick you down and then they just deny it
Now power is a very dangerous thing
If you misuse it like those fascist pigs
Makna lirik lagu ini mencerminkan kekecewaan dan rasa frustrasi terhadap ketidakadilan yan... tampilkan semua
We hate fascist cops
All fascist cops we really, really, really, really hate
Fucking pigs!
Makna lirik lagu ini mencerminkan sentimen kemarahan dan penolakan terhadap lembaga kepoli... tampilkan semua
(Fuck you! Fuck you!)
(Fuck them!)
Fascist cops
Makna lirik lagu ini menggambarkan protes penolakan terhadap otoritas dan sistem yang dian... tampilkan semua
Di tengah arus lagu-lagu kontemporer, "Fascist Cops" karya The Jansen muncul sebagai sebuah karya yang mencolok dan penuh pernyataan. Dengan lirik yang tajam dan emosi yang kuat, lagu ini menyoroti tema ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan, dan kritik terhadap aparat penegak hukum. Dalam ulasan ini, kita akan membahas makna di balik lirik-lirik yang provokatif tersebut dan bagaimana mereka mencerminkan realitas sosial yang sering terlupakan.
Pendidikan dari Media dan Perilaku Masyarakat
Diawali dengan lirik yang menyatakan, "They learn from what they see on TV", The Jansen menggambarkan bagaimana masyarakat, terutama generasi muda, dipengaruhi oleh citra dan norma yang disajikan di media. Televisi menjadi cerminan perilaku sosial yang dapat membentuk pandangan dan tindakan seseorang. Keberadaan polisi yang otoriter menjadi salah satu contoh perilaku yang dianggap oleh kelompok ini sebagai hal yang normal dan diterima.
Kekerasan dalam Nama Demokrasi
Lirik yang menyatakan, "All in the name of democracy", mencerminkan paradoks dalam penggunaan kekuasaan. Meskipun polisi seharusnya menjadi pelindung masyarakat, kenyataannya mereka sering kali menggunakan kekuatan secara berlebihan, menciptakan ketakutan ketimbang rasa aman. Lagu ini menegaskan bahwa tindakan kekerasan dalam konteks yang dianggap demokratis tetap merupakan penyalahgunaan kekuasaan.
Pertanyaan tentang Hak Asasi Manusia
Yang menarik perhatian dalam lagu ini adalah penekanan pada hak asasi manusia melalui pertanyaan, "Where are the rights, where are our rights?" Ini menunjukkan keresahan terhadap kondisi di mana hak-hak individu sering kali diabaikan. Lirik ini menciptakan kesadaran akan perjuangan untuk keadilan dan menuntut akuntabilitas dari pihak berwenang yang bertugas untuk melindungi hak-hak tersebut.
Kritik Terhadap Penyalahgunaan Kekuasaan
Sebagian besar lirik lagu ini merangkum kemarahan terhadap apa yang penulis sebut sebagai "fascist cops". Istilah ini menyiratkan penolakan tegas terhadap praktik-praktik kekerasan dan penegakan hukum yang dianggap otoriter. Dengan frasa berulang "We hate fascist cops", penekanan pada kebencian terhadap kekuatan yang menindas menjadi jelas. Ini bukan sekadar sebuah slogan; melainkan sebuah seruan untuk kesadaran kolektif dan tindakan.
Pernyataan Emosional
Di bagian akhir lirik, terdapat ekspresi kemarahan yang eksplisit melalui ungkapan "Fucking pigs!". Ini mencerminkan frustrasi mendalam terhadap situasi yang dianggap tidak berkeadilan. Kata-kata ini bukan sekadar luapan emosional, tetapi juga sebuah panggilan untuk revolusi sosial. Di sinilah musik menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan-pesan sosial dan mengajak pendengarnya untuk berpikir kritis.
Kesimpulan
"Fascis t Cops" oleh The Jansen adalah sebuah karya yang menyiratkan banyak hal mengenai dinamika kekuasaan, hak asasi manusia, dan pengaruh media. Melalui lirik yang kuat dan emotif, lagu ini tidak hanya mengajak pendengarnya untuk merasakan kemarahan, tetapi juga untuk merenungkan kondisi sosial yang ada. Dalam pernyataannya yang tegas dan provokatif, The Jansen berhasil menciptakan sebuah lagu yang bukan hanya enak didengar, tetapi juga penting untuk diperhatikan dalam konteks perdebatan sosial dan politik saat ini.







































