Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 53 - Surat Yāsīn (Yasin)
يٰسۤ
Ayat 53 / 83 •  Surat 36 / 114 •  Halaman 443 •  Quarter Hizb 45 •  Juz 23 •  Manzil 5 • Makkiyah

اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ

In kānat illā ṣaiḥataw wāḥidatan fa'iżā hum jamī‘ul ladainā muḥḍarūn(a).

Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).

Makna Surat Yasin Ayat 53
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Teriakan sebagai pertanda kebangkitan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami untuk dihisab. Ayat ini menerangkan betapa mudah bagi Allah untuk membangkitkan seluruh umat manusia (Lihat Surah an-Nahl/16: 77)

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bagaimana mudahnya bagi Allah untuk membangkitkan seluruh manusia yang pernah ada dahulu sebelum datangnya hari Kiamat. Cukup dengan satu teriakan saja, maka hiduplah kembali seluruh manusia, dan berkumpul di hadapan Allah untuk menerima perhitungan dan keputusan yang adil dari-Nya.

Ayat yang lain yang maksudnya sama dengan ayat ini ialah firman-Nya:

وَمَآ اَمْرُ السَّاعَةِ اِلَّا كَلَمْحِ الْبَصَرِ اَوْ هُوَ اَقْرَبُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Urusan kejadian Kiamat itu, hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (an-Naḥl/16: 77)

Dan firman-Nya:

فَاِنَّ َا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ ١٣ فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ ۗ ١٤

Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru). (an-Nāzi‘āt/79: 13-14)

Isi Kandungan Kosakata

Marqadinā مَرْقَدِنَا (Yāsīn/36: 52)

Marqadinā artinya tempat tidur kami. Berasal dari fi‘il raqada-yarqudu-ruqūdan artinya tidur atau berbaring. Marqad adalah isim makan (kata benda yang menunjukkan tempat terjadi atau berlakunya perbuatan tersebut), kemudian diberi ḍamīr (kata ganti) orang pertama jamak yang menunjukkan kepunyaan, menjadi marqadinā artinya tempat tidur atau tempat berbaring kami. Al-Qur’an menggunakan kata ini untuk ungkapan kehidupan alam kubur dalam rangka menjelaskan bahwa kehidupan di alam kubur laksana tidur, begitu cepat hal itu berlalu. Pada ayat 52 digambarkan sikap terkejut orang-orang kafir yang tidak percaya pada hari akhir dan hari kebangkitan, yaitu ketika ditiup sangkakala kedua yang membangunkan semua manusia dari kubur masing-masing, maka orang-orang kafir dengan sangat terkejut dan masih tidak percaya berkata, “Aduh celaka kami, siapa yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami? Padahal sebetulnya peristiwa inilah yang dijanjikan Allah yang Maha Pengasih sebagaimana telah diberitakan oleh para rasul, dan benarlah para rasul yang telah diutus Allah itu, tetapi dulu mereka tidak mau percaya. Kini mereka baru sadar tetapi sudah terlambat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto