Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 52 - Surat Yāsīn (Yasin)
يٰسۤ
Ayat 52 / 83 •  Surat 36 / 114 •  Halaman 443 •  Quarter Hizb 45 •  Juz 23 •  Manzil 5 • Makkiyah

قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ

Qālū yā wailanā mam ba‘aṡanā mim marqadinā…hāżā mā wa‘adar-raḥmānu wa ṣadaqal-mursalūn(a).

Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” (Lalu, dikatakan kepada mereka,) “Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah para rasul(-Nya).”

Makna Surat Yasin Ayat 52
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang-orang kafir itu kaget dan heran pada saat dibangkitkan. Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami di alam kubur?” Mereka berkata demikian karena akan menghadapi kesulitan dan malapetaka yang lebih besar. Adapun orang-orang beriman akan berkata, “Inilah hari kebangkitan yang dijanjikan oleh Allah Yang Maha Pengasih, dan benarlah apa yang disampaikan oleh rasul-rasul-Nya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan keheranan dan kekagetan orang-orang kafir ketika dibangkitkan dari kubur. Mereka berkata, “Aduhai celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami?” Mereka heran dan tercengang karena dibangkitkan dari alam kubur dan menghadapi malapetaka serta kesulitan pada waktu itu.

Ketika mereka heran dan tercengang, di antara orang-orang yang beriman berkata kepada mereka, “Semua yang terjadi dan yang kita alami ini sesuai dengan yang dijanjikan Allah dan disampaikan oleh para rasul yang telah diutus kepada kita semua ketika di dunia dahulu. Kita telah diberitahu akan adanya janji, ancaman, dan hari kebangkitan seperti yang kita hadapi sekarang ini. Oleh karena itu, kita tidak pantas heran dan tercengang dengan keadaan yang kita alami sekarang ini.”

Menurut suatu riwayat bahwa yang dimaksud dengan bunyi sangkakala dalam ayat ini ialah suara malaikat Israfil yang sangat keras yang menyerukan, “Wahai tulang-belulang yang telah hancur-lebur, Allah memerintahkan kamu semua supaya berkumpul kembali seperti semula untuk menerima keputusan yang adil.”

Pada ayat ini orang-orang kafir menanyakan tentang siapa yang membangkitkan dan menghidupkan mereka kembali pada hari kebangkitan ini. Pertanyaan mereka itu dijawab dengan apa yang pernah disampaikan kepada mereka dahulu waktu masih hidup di dunia. Hal ini memberi pengertian bahwa seakan-akan Allah menyuruh mereka mengingat apa yang pernah mereka lakukan dahulu terhadap para rasul yang diutus.

Isi Kandungan Kosakata

Marqadinā مَرْقَدِنَا (Yāsīn/36: 52)

Marqadinā artinya tempat tidur kami. Berasal dari fi‘il raqada-yarqudu-ruqūdan artinya tidur atau berbaring. Marqad adalah isim makan (kata benda yang menunjukkan tempat terjadi atau berlakunya perbuatan tersebut), kemudian diberi ḍamīr (kata ganti) orang pertama jamak yang menunjukkan kepunyaan, menjadi marqadinā artinya tempat tidur atau tempat berbaring kami. Al-Qur’an menggunakan kata ini untuk ungkapan kehidupan alam kubur dalam rangka menjelaskan bahwa kehidupan di alam kubur laksana tidur, begitu cepat hal itu berlalu. Pada ayat 52 digambarkan sikap terkejut orang-orang kafir yang tidak percaya pada hari akhir dan hari kebangkitan, yaitu ketika ditiup sangkakala kedua yang membangunkan semua manusia dari kubur masing-masing, maka orang-orang kafir dengan sangat terkejut dan masih tidak percaya berkata, “Aduh celaka kami, siapa yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami? Padahal sebetulnya peristiwa inilah yang dijanjikan Allah yang Maha Pengasih sebagaimana telah diberitakan oleh para rasul, dan benarlah para rasul yang telah diutus Allah itu, tetapi dulu mereka tidak mau percaya. Kini mereka baru sadar tetapi sudah terlambat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto