Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 45 - Surat Yāsīn (Yasin)
يٰسۤ
Ayat 45 / 83 •  Surat 36 / 114 •  Halaman 443 •  Quarter Hizb 45 •  Juz 23 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Wa iżā qīla lahumuttaqū mā baina aidīkum wa mā khalfakum la‘allakum turḥamūn(a).

Ketika dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan (siksa) yang ada di hadapanmu (di dunia) dan azab yang ada di belakangmu (akhirat) agar kamu mendapat rahmat,” (maka mereka berpaling).

Makna Surat Yasin Ayat 45
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Meski menyaksikan dengan nyata bukti-bukti kekuasaan Allah dan kemampuan yang Allah berikan kepada manusia untuk membuat sarana transportasi, banyak manusia tetap ingkar dan menyekutukan Allah. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa dunia yang di hadapanmu sebagaimana yang menimpa umat-umat terdahulu, dan azab yang akan datang kelak di akhirat agar kamu mendapat rahmat dari-Nya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa andaikata terhadap orang-orang yang ingkar itu dianjurkan agar mereka menjaga diri terhadap siksaan Allah yang akan datang di kemudian hari, mereka akan tetap berpaling, tidak mau mendengarkan anjuran itu. Padahal, anjuran itu disampaikan agar mereka mendapatkan rahmat dari Allah.

Menjaga diri dari siksaan Allah ialah dengan cara bertakwa kepada-Nya, yaitu melakukan apa-apa yang diperintahkan-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, dan mensyukuri setiap karunia-Nya. Akan tetapi, hati orang-orang yang ingkar telah tertutup terhadap kebenaran. Mereka senantiasa berpaling dari nasihat-nasihat yang baik. Oleh sebab itu, wajarlah mereka ditimpa kemurkaan dan siksaan Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Mu‘riḍīn مُعْرِضِيْنَ (Yāsīn/36: 46)

Lafal mu‘riḍīn berasal dari fi‘il: a‘raḍa, yu‘riḍu, i‘rāḍ(an) artinya berpaling, menghindar. Bentuk dalam isim fā‘il (orang yang mengerjakan atau melakukan pekerjaan tersebut) yaitu mu‘riḍ, kemudian dalam bentuk jamak menjadi mu‘riḍūn dalam keadaan marfu‘, dan mu‘riḍīn dalam keadaan mansūb atau majrūr. Ungkapan dalam ayat 46 ini ialah: kānū ‘anhā mu‘riḍīn artinya: mereka berpaling darinya. Maksudnya meskipun berbagai peringatan diberikan kepada mereka (orang-orang yang tidak percaya pada Allah dan Hari Akhir) dan ditunjukkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Allah, mereka selalu saja menolak, berpaling, dan menghindar. Hati mereka memang sudah terkunci rapat, sudah tertutup dari kebenaran yang disampaikan Allah kepada mereka, sebagaimana firman Allah dalam Surah al-Baqarah/2: 6 yang artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto