يٰسۤ ۚ
Yā sīn.
Yā Sīn.
Allah memulai surah ini dengan huruf Ya Sin
Pada surah-surah sebelumnya telah dibicarakan mengenai awal surah yang dimulai dengan huruf-huruf abjad. Pada kesimpulannya disebutkan bahwa pendapat yang terkuat menetapkan huruf-huruf abjad itu dimaksudkan sebagai peringatan untuk membangkitkan minat orang yang membacanya kepada hal-hal penting yang akan disebutkan dalam ayat-ayat sesudahnya. Tetapi, dari riwayat Ibnu ‘Abbās diperoleh keterangan bahwa yā sīn bermakna yā insān (wahai manusia) yakni wahai Muhammad. Demikian pula pendapat Abu Hurairah, ‘Ikrimah, aḍ-ahhāk, Sufyan bin Uyainah dan Sa‘īd bin Jubair. Menurut mereka, yā sīn berasal dari logat Habsyah. Sedang Mālik yang meriwayatkan dari Zaid bin Aslam menyebutkan arti yā sīn adalah kependekan dari nama-nama Allah. Ada lagi yang berpendapat yā sīn ringkasan dari kalimat “Ya Sayidal Basyar”, yakni Nabi Muhammad sendiri. Atau ia adalah salah satu nama dari Al-Qur’an. Namun demikian, mayoritas ulama menyerahkan arti yā sīn kepada Allah. (untuk lebih jelasnya, lihat tafsir surah al-Baqarah/2: 1)
Yā Sīn يٰس (Yāsīn/36: 1)
Kata yā sīn dalam istilah ilmu-ilmu Al-Qur’an disebut al-aḥruf al-muqaṭṭa‘ah yang berarti huruf-huruf yang dibaca secara terpeng-gal-penggal, bukan dalam kesatuan kata. Nama Surah Yāsīn diambil dari kata ini. Sebagian ulama tafsir ada yang menyerahkan pengertian huruf-huruf ini kepada Allah Ta‘ala, karena termasuk ayat-ayat mutasyabihat. Namun segolongan yang lain mencoba menakwilkannya. Menurut yang terakhir ini, huruf-huruf ini mengisyaratkan tantangan kepada bangsa Arab bahwa Al-Qur’an itu tersusun dari huruf-huruf hijaiyah sama seperti ucapan mereka. Meskipun Al-Qur’an dan perkataan mereka memiliki bahan dasar yang sama, namun mereka tidak bisa membuat sesuatu yang serupa mutunya dengan Al-Qur’an. Khusus berkenaan dengan kata yā sīn, sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa kata ini adalah kata yang digunakan Allah untuk bersumpah. Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbās, ‘Ikrimah, dan Mujahid. Ulama lain mengatakan bahwa yā sīn adalah salah satu nama Al-Qur’an. Pendapat ini diriwayatkan dari Qatādah.
















































