Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 53 - Surat Yūnus (Yunus)
يونس
Ayat 53 / 109 •  Surat 10 / 114 •  Halaman 214 •  Quarter Hizb 22.25 •  Juz 11 •  Manzil 3 • Makkiyah

۞ وَيَسْتَنْۢبِـُٔوْنَكَ اَحَقٌّ هُوَ ۗ قُلْ اِيْ وَرَبِّيْٓ اِنَّهٗ لَحَقٌّ ۗوَمَآ اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ ࣖ

Wa yastambi'ūnaka aḥaqqun huw(a), qul ī wa rabbī innahū laḥaqq(un), wa mā antum bimu‘jizīn(a).

Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad), “Benarkah ia (azab yang dijanjikan Allah) itu?” Katakanlah, “Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya (azab) itu pasti benar dan sekali-kali kamu tidak dapat menghindar.”

Makna Surat Yunus Ayat 53
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah diuraikan dengan perinci tentang siksaan yang akan diterima oleh orang-orang kafir, lalu mereka menanyakan kepadamu wahai Nabi Muhammad, “Benarkah azab yang dijanjikan itu?” Katakanlah, wahai Nabi Muhammad “Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu pasti benar akan terjadi dan menimpa orang-orang yang durhaka dan kamu sekali-kali tidak dapat mengalahkankan Tuhan untuk menghindar dari siksa-Nya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan kepada Nabi saw bahwa orang-orang kafir Quraisy akan menanyakan berita yang sangat penting kepadanya, yaitu mengenai ancaman Allah yang akan ditimpakan kepada mereka, siksaan dunia maupun siksaan akhirat. Apakah janji itu memang benar-benar akan terjadi ataukah ancaman itu hanya berupa kabar untuk menakut-nakuti mereka saja. Pertanyaan yang demikian menunjukkan keraguan mereka sendiri, karena pada saat mereka mendustakan ayat-ayat Allah mereka tidak akan meyakini kebenaran ucapan mereka itu karena mereka dipengaruhi oleh perasaan permusuhan kepada Nabi Muhammad sw dan hanya taklid kepada kepercayaan nenek moyangnya. Menghadapi pertanyaan itu Rasulullah saw diperintahkan untuk menjawab bahwa apa yang diberitakan itu benar-benar akan terjadi. Bahkan di dalam jawaban itu Allah menyatakan dengan sumpah yang menunjukkan bahwa janji itu memang betul-betul akan terjadi.

Firman Allah:

اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌۙ ٧ مَّا لَهٗ مِنْ دَافِعٍۙ ٨ (الطور)

Sungguh, azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya. (aṭ-Ṭūr/52: 7-8)

Di akhir ayat Allah menandaskan bahwa apabila Allah telah menurunkan siksa yang dijanjikan kepada mereka, maka mereka tidak akan pernah luput dari ancaman itu, meskipun mereka berusaha lari dari siksaan itu.

Allah berfirman:

وَّاَنَّ ا ظَنَنَّآ اَنْ لَّنْ نُّعْجِزَ اللّٰهَ فِى الْاَرْضِ وَلَنْ نُّعْجِزَهٗ هَرَبًاۖ ١٢ (الجن)

Dan sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya. (al-Jinn/72: 12)

Isi Kandungan Kosakata

Liqā’ Allah لِقَاء اللّٰه (Yūnus/10: 45)

Al-Liqā’ masdar dari laqiya-yalqa artinya bertemu sesuatu baik sesuatu bersifat inderawi atau bersifat abstrak, seperti firman Allah: walaqad kuntum tamannauna al-mauta min qabli an talqauhu (وَلَقَدْ كُنْتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِنْ قَبْلِ اَنْ تَلْقَوْهُ) (Āli ‘Imrān/3: 143)

Kata liqā’ Allah dalam Al-Qur’an merujuk pada arti kiamat, kebangkitan, hisab dan nasib manusia di akhirat. Liqā’ Allah sebagai Hari Kiamat karena pada hari itulah manusia bertemu dengan Allah dan malaikat serta manusia-manusia lainnya, juga dengan amal baik buruknya yang pernah diperbuat di dunia.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto