وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Wa najjinā biraḥmatika minal-qaumil-kāfirīn(a).
Selamatkanlah pula kami dengan rahmat-Mu dari kaum yang kafir.”
dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu, yakni perlindunganmu, dari orang-orang kafir.”
Ayat ini menerangkan kelanjutan doa Bani Israil ketika mereka memohon kepada Allah agar mereka dilepaskan dari kekuasaan dan kekejaman Fir‘aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Berabad-abad lamanya mereka dalam perbudakan Fir‘aun dan mereka mengalami kerja paksa dan pekerjaan kasar lainnya yang hina dan tidak berperikemanusiaan.
Miṣr adalah nama dari semua kota yang mempunyai batas-batas tertentu karena kata al-miṣr artinya batas. Dalam ayat ini, miṣr menunjuk pada kota mana saja yang mempunyai batas-batas tertentu, namun menurut ulama tafsir kata miṣr di sini menunjuk pada kota Mesir dimana kerajaan Fir‘aun berada. Kata miṣr terulang dalam Al-Qur’an sebanyak 4 kali, yaitu pada Surah al-Baqarah/2: 61, Yūnus/10: 87, Yūsuf/12: 99, dan az-Zukhruf/43: 51.















































