وَيُحِقُّ اللّٰهُ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ
Wa yuḥiqqullāhul-ḥaqqa bikalimātihī wa lau karihal-mujrimūn(a).
Allah akan mengukuhkan kebenaran dengan ketetapan-ketetapan-Nya, walaupun para pendurhaka tidak menyukainya.
Dan Allah akan mengukuhkan yang benar dan melenyapkan yang batil dengan ketetapan-Nya, akan mendatangkan kebenaran untuk menghancurkan kebatilan, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya.
Allah menegaskan bahwa Dia dengan kalimah-Nya mengokohkan kebenaran. Dengan kebenaran itu, umat manusia akan mencapai kesejahteraan dan terpelihara dari kezaliman. Kalimat Allah itu adalah aturan Allah yang ditanamkan ke dalam syari’at yang disampaikan kepada rasul-rasul-Nya. Dengan kalimat itu, Musa dapat mengalahkan Fir‘aun dan melepaskan Bani Israil dari perbudakan Fir‘aun, walaupun yang demikian itu tidak disukai oleh Fir‘aun dan pemuka-pemukanya.
Bi Kalimātih بِكَلِمَاتِهِ (Yūnus/10: 82)
Kata bi kalimātih dipahami dalam arti kekuasaan Allah mewujudkan sesuatu sesuai dengan kehendak dan pengetahuan-Nya. Dengan demikian, kata ini bisa diartikan dengan ketetapan-ketetapan Allah dalam alam raya ini. Antara lain bahwa Dia mengukuhkan kebenaran serta menghapus dan membinasaan kebatilan, walau setelah berlalu sekian lama dari kehadirannya. Ini antara lain dilukiskan dengan firmannya dalam Surah ar-Ra’d/13: 17.









































