Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 104 - Surat Yūnus (Yunus)
يونس
Ayat 104 / 109 •  Surat 10 / 114 •  Halaman 220 •  Quarter Hizb 22.75 •  Juz 11 •  Manzil 3 • Makkiyah

قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْ دِيْنِيْ فَلَآ اَعْبُدُ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ اَعْبُدُ اللّٰهَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰىكُمْ ۖ وَاُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَۙ

Qul yā ayyuhan nāsu in kuntum fī syakkim min dīnī falā a‘budul-lażīna ta‘budūna min dūnillāhi wa lākin a‘budullāhal-lażī yatawaffākum, wa umirtu an akūna minal-mu'minīn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, aku tidak menyembah (apa atau siapa) yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku diperintah supaya aku termasuk orang-orang mukmin.”

Makna Surat Yunus Ayat 104
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah dijelaskan pada ayat yang lalu bahwa Allah akan menyelamatkan dan memberikan kemenangan kepada orang-orang yang beriman, lalu pada ayat ini diperintahkan, Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Wahai manusia! Jika kamu masih dalam keraguraguan tentang kebenaran agamaku, maka ketahuilah bahwa aku tidak menyembah apa pun yang kamu sembah selain Allah, karena aku tahu hal itu adalah sesat dan sembahan kamu tidak dapat menolak madarat juga tidak bisa mendatangkan manfaat, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu, dan aku telah diperintah agar termasuk dalam golongan orang yang beriman yang mantap imannya,”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah memerintahkan Rasul saw untuk mengatakan kepada kaumnya bahwa jika mereka itu meragukan kebenaran agama yang dibawanya, yang mengajarkan tentang keesaan Allah, maka semestinya mereka lebih dulu meragukan keyakinan yang mereka pertahankan. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw menyatakan kepada mereka bahwa dia tidak akan menyembah batu-batu berhala dan patung yang mereka sembah yang tidak memiliki kemampuan sedikitpun. Tetapi dia akan menyembah Tuhan Maha Pencipta, Yang menentukan hidup dan mati makhluk-Nya. Dia-lah yang memberi kesenangan dan kesusahan, kemanfaatan dan kemudaratan, menurut hikmah dan inayah-Nya, bukan tuhan seperti yang mereka sembah itu.

Dengan perbandingan itu maka bertambah jelaslah kebenaran agama yang dibawa Rasul saw dan kesesatan keyakinan kaum musyrikin. Kemudian Nabi Muhammad saw mengatakan kepada kaum musyrikin Arab bahwa dia diperintahkan supaya menjadi orang yang beriman. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman keselamatan dari azab, kemenangan atas musuh-musuh mereka dan kekuasaan di bumi.

Isi Kandungan Kosakata

Ḍall ضَلّ (Yūnus/10: 108)

Arti dasarnya adalah hilang, terbenam, dan lain-lain. Dalam satu hadis disebutkan bahwa “al-hikmah ḍallatul mu’min” (ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang hilang dari seorang mukmin). Orang yang tersesat jalan berarti telah kehilangan arah yang benar atau tidak berada di jalan yang benar, sedikit atau banyak, sengaja atau tidak sengaja. Itu karena “jalan yang benar” itu diperoleh dengan usaha dan karena itu sulit diperoleh, tetapi mereka tidak cukup berusaha. Dalam Al-Qur’an “sesat” umumnya dinisbahkan kepada orang kafir. “Sesat” itu dua aspek pertama, “sesat” dalam hal pengetahuan spekulatif, seperti tidak mengenal Tuhan, misalnya, al-Nisā’/4: 136, “Siapa yang mengingkari Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasulnya, dan Hari Kemudian, maka ia benar-benar sesat.” Dan kedua, “sesat” yang berkenaan dengan pengetahuan praktis, seperti buta hukum-hukum agama.

Dalam Al-Qur’an, aḍ-ḍall dalam pengertian leksikalnya dinisbahkan pula kepada nabi-nabi. Misalnya kepada Nabi Muhammad, sebelum beliau jadi nabi, dalam arti “bingung belum memperoleh kenabian” (al-Ḍuḥa/93: 7), dan kepada Nabi Ya’kub yang diucapkan oleh anak-anaknya karena ia selalu saja teringat Yusuf (Yūsuf/12: 95). Lawan kata ḍall adalah hidāyah (menemukan kebenaran).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto