Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 116 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 116 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 142 •  Quarter Hizb 15 •  Juz 8 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ

Wa in tuṭi‘ akṡara man fil-arḍi yuḍillūka ‘an sabīlillāh(i), iy yattabi‘ūna illaẓ-ẓanna wa in hum illā yakhruṣ ūn(a).

Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.

Makna Surat Al-An‘am Ayat 116
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah menjelaskan tentang kebenaran Nabi Muhammad, Allah melarangnya untuk menghiraukan musuh-musuhnya yang tidak mau tergerak untuk mengikuti petunjuk Allah. Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini yang memilih kesesatan daripada hidayah, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka yang tidak memiliki landasan yang kuat, hanya karena mengikuti hawa nafsu belaka yang terus membuai mereka, dan mereka hanyalah membuat kebohongan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Jika kaum Muslimin selalu mengikuti kemauan orang-orang non Muslim, niscaya mereka berhasil menyesatkan kaum Muslimin dari jalan Allah. Oleh karena itu, Allah melarang keras mengikuti hukum-hukum selain yang diturunkan-Nya. Larangan itu diperkuat oleh kenyataan bahwa kaum musyrik hanya mengikuti persangkaan belaka dalam akidah mereka. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu, dan selalu berdusta kepada Allah. Mereka juga menghalalkan bangkai dan hewan yang diperuntukkan bagi berhala.

Sejarah membuktikan bahwa timbulnya kesesatan pada sebagian besar manusia di dunia adalah karena mereka mengikuti hawa nafsu dan prasangka. Ahli Kitab telah meninggalkan petunjuk nabi-nabi mereka dan tersesat jauh dari kebenaran. Demikian pula para penyembah berhala telah jauh dari petunjuk nabi-nabi mereka. Nabi Muhammad diberi tahu oleh Allah tentang keadaan umat-umat terdahulu itu dan ini membuktikan kebenaran beliau sebagai Rasul.

Isi Kandungan Kosakata

Yakhruṣūn يَخْرُصُوْنَ (al-An‘ām/6: 116)

Kata (خ-ر-ص) artinya mengira-ngira, seperti seorang yang memperkirakan banyaknya buah pada satu pohon. Ungkapan ini lalu digunakan untuk satu perkataan yang dilontarkan berdasarkan sangkaan dan dugaan saja sehingga tidak kuat/rapuh, karena tidak berdasarkan dalil yang kuat. Ada juga ulama yang mengartikannya dengan kebohongan. Namun yang lebih tepat dengan kontek ayat di atas adalah arti yang pertama, sebab kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi tidak semuanya berbohong, tapi ada juga yang tulus dalam beriman.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto