Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 115 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 115 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 142 •  Quarter Hizb 15 •  Juz 8 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَّعَدْلًاۗ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهٖ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Wa tammat kalimatu rabbika ṣidqaw wa ‘adlā(n), lā mubaddila likalimātih(ī), wa huwas-samī‘ul-‘alīm(u).

Telah sempurna kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an) dengan (mengandung) kebenaran dan keadilan. Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Makna Surat Al-An‘am Ayat 115
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada ayat ini Allah menandaskan kesempurnaan Al-Qur'an dari segi isinya. Dan telah sempurna firman Tuhanmu, yakni Al-Qur'an, dengan benar dari segi pemberitaannya dan adil dari segi hukumnya. Dengan kata lain, ketetapan Allah dalam menolong rasul dan kaum mukmin dan menghinakan orang kafir telah bulat. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya karena semua yang ada di dalam Al-Qur'an sudah benar-benar kukuh, tidak perlu ada perubahan. Inilah janji Allah untuk menjaga kemurnian Al-Qur'an. Dan Dia Maha Mendengar terhadap segala ucapan-ucapan yang menipu, Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati seperti niat dan keinginan-keinginan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kalimat-kalimat Al-Qur’an yang berisi kebenaran dan keadilan telah sempurna. Kalimat-kalimat itu antara lain berisi janji Allah yang akan menolong Muhammad dan pengikut-pengikutnya, sehingga memperoleh kemenangan dan kejayaan; Al-Qur’an juga mengancam orang-orang yang mencemoohkan Al-Qur’an, bahwa mereka akan dihinakan dan dibinasakan. Firman Allah:

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِيْن َ ۖ ١٧١ اِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُوْرُو ْنَۖ ١٧٢ وَاِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ ١٧٣

Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang (aṣ-Ṣaffāt/37: 171-173).

Kalimat-kalimat itu sempurna, karena sesuai dengan fakta dan kenyataan yang bisa disaksikan dalam sejarah kemenangan nabi-nabi, dan kehancuran musuh-musuhnya tidak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah. Janji Allah tak dapat diubah dan pasti Allah akan memberikan pertolongan kepada rasul-rasul dan pengikut-pengikutnya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui segala ucapan mereka yang berkhianat dan mengetahui pula isi hati mereka dan segala dosa yang mereka perbuat.

Isi Kandungan Kosakata

al-Mumtarīn اَلْمُمْتَرِيْ نَ (al-An‘ām/6: 114)

Al-Mumtarīn, dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak empat kali, yaitu dalam surah al-Baqarah/2: 147, Āli ‘Imrān/3: 60, al-An‘ām/6: 114, surah Yūnus/10: 94. Kata tersebut merupakan kata sifat yang artinya “orang yang meragukan,” dengan kecenderungan mendustakan. Kata al-mumtarīn diungkap dalam ayat-ayat yang memuatnya di atas, dalam kaitan agar Nabi Muhammad tidak termasuk orang yang meragukan kebenaran (al-ḥaqq) atau Al-Qur’an yang membawa ajaran yang hak yang bersumber dari Tuhan (rabb). Orang yang disebut al-mumtar adalah orang yang meragukan sesuatu kebenaran yang bersumber dari Allah, tetapi dengan kecenderungan mendustakan kebenaran itu karena keangkuhannya. Oleh sebab itu bersifat meragukan dengan kecenderungan mendustakan kebenaran yang bersumber dari Allah dilarang yang dalam banyak tempat, seperti halnya dalam ayat ini, larangan itu diberi tekanan kuat (taukid).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto