Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 75 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 75 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 328 •  Quarter Hizb 33.5 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاَدْخَلْنٰهُ فِيْ رَحْمَتِنَاۗ اِنَّهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ࣖ

Wa adkhalnāhu fī raḥmatinā, innahū minaṣ-ṣāliḥīn(a).

Kami memasukkannya ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya dia termasuk golongan orang-orang yang saleh.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 75
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Walaupun Nabi Lut hidup di tengah masyarakat homoseksual, beliau tidak terpengaruh, karena mendapat rahmat Allah. Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami yang membentenginya dari pengaruh buruk. Sesungguhnya dia terlindungi dari kejahatan, karena dirinya termasuk golongan orang yang saleh, beriman, dan senantiasa menaati perintah Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan dalam ayat ini rahmat-Nya kepada Nabi Lut a.s., dengan memasukkannya ke dalam lingkungan rahmat-Nya. Maksudnya ialah bahwa Nabi Lut termasuk orang-orang yang dikasihi dan disayangi Allah, sehingga ia menjadi salah seorang penghuni surga-Nya.

Dalam suatu hadis sahih, disebutkan:

قَالَ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ لِلْجَنَّةِ: أَنْتِ رَحْمَتِيْ أَرْحَمُ بِكِ مَنْ اَشَاءُ مِنْ عِبَادِيْ. (رواه البخاري)

Allah berfirman kepada surga, “Kamu adalah rahmat-Ku, dengan kaulah Aku rahmati orang-orang yang Aku kehendaki di antara hamba-hambaKu.” (Riwayat al-Bukhārī)

Akhirnya, pada ujung ayat ini Allah menjelaskan apa sebabnya dia mengaruniakan rahmat yang begitu besarnya kepada Nabi Lut yaitu karena dia termasuk dalam golongan hamba-hamba Allah yang saleh yang selalu menaati perintah dan larangan Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Khabā’iṡ اَلْخَبَائِث(al- Anbiyā’/21: 74)

Khabā’iṡ merupakan bentuk jamak (plural) dari khabīṡah yang berasal dari kata kerja khabuṡa-yakhbuṡu yang artinya kotor atau buruk, dan ini merupakan antonim dari kata kerja ṭāba-yaṭību yang artinya baik. Dalam kamus, khabīṡah diartikan sebagai sesuatu yang tidak disukai, kotoran (najis), segala sesuatu yang rusak, semua yang haram. Dalam ayat ini yang dimaksud dengan khabā’iṡ adalah perilaku menyimpang yang dilakukan oleh umat Nabi Lut, hubungan badan yang dilakukan oleh sesama lelaki. Kebiasaan ini dinilai buruk, karena antara manfaat dan madarat atau antara sisi positif dan negatifnya ternyata sangat lebih besar negatifnya.

2. Al-Karb al-‘Aẓīm اَلْكَرْبِ اْلعَظِيْمِ(al-An biyā’/21: 76)

Al-karb al-‘aẓīm merupakan istilah yang terdiri dari dua kata, yaitu al-karb dan al-‘aẓīm. Yang pertama (al-karb) merupakan bentuk maṣdar (kata benda) dari kata kerja karaba-yakrabu yang artinya menyempitkan atau mengetatkan, menyulitkan, atau memberatkan. Dari sini, al-karb dapat diartikan sebagai kesempitan, kesulitan, atau keberatan. Sedangkan kata kedua (al-‘aẓīm) diartikan sebagai sesuatu yang besar. Dengan demikian, ungkapan al-karb al-‘aẓīm artinya suatu kesulitan yang besar yang sangat membebani, baik fisik maupun psikis seseorang. Dalam ayat ini al-karb al-‘aẓīm diartikan sebagai suatu kesulitan berat yang ditanggung oleh Nabi Nuh yang tidak saja berhadapan dengan kaumnya yang ingkar, tetapi juga berhadapan dengan anaknya yang tidak patuh dan menolak untuk mengikuti ajakannya agar terhindar dari banjir yang melanda.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto